Dirut ADS Bojonegoro Usulkan Kolaborasi Pemasaran Produksi Batik

talkshow Batik
TANGKAP LAYAR VIDEO : Peserta antusias bertanya saat sesi tanya jawab kepada para narasumber talkshow Batik dalam rangkaian Festival Wastra Batik Bojonegoro 2025 di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Direktur Utama (Dirut) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Mohammad Kundori, mengusulkan kolaborasi pemasaran batik dari kabupaten produsen batik di Jawa Tengah (Jateng) ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).

Gagasan ini mengemuka dalam sesi tanya jawab kepada para narasumber talkshow Batik. Talkshow ini adalah rangkaian dari Festival Wastra Batik Bojonegoro 2025. Acara yang dipusatkan di Gedung Putih Pemkab Bojonegoro Rabu 18 Juni 2025 ini dihadiri oleh puluhan stakeholder dari berbagi kabupaten.

Saat itu, Mas Dhory, sapaan akrabnya, bertanya kepada salah satu narasumber, seorang pemilik merek dagang “Batik Aneka” asal Kabupaten Pekalongan, Jateng, Inna Restuna. Namun alih alih bertanya, Dhory malah meminta agar produsen batik berkenan sebagian dari rumah produksinya bisa di Bojonegoro.

“Supaya kabupaten kota yang sudah punya market luas, seperti Solo dan Pekalongan bisa mengajak Kabupaten Bojonegoro yang pasar batiknya masih terbatas” kata Dhory.

Dengan begitu, jika itu dilaksanakan akan menggugah semangat warga Bojonegoro agar industri Batik tumbuh dan memunculkan ekosistem mindset kreatif pada masyarakat.

Baca Juga :   KKN STIT Mubo Gelar Pelatihan Batik Ecoprint, Bahan Mudah dan Ramah Lingkungan

“Saya senang sekali kalau dari Bojonegoro ini mau bekerja sama dengan saya, justru ini peluang buat kita ya,” jawab Inna Restuna.

Dirut ADS Mohammad Kundori.
TANGKAP LAYAR VIDEO : Direktur PT ADS, Mohammad Kundori, ketika mengusulkan kolaborasi pemasaran batik dari kabupaten produsen batik di Jawa Tengah ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kepada narasumber talkshow Batik.

Ia bahkan mengaku sebetulnya ingin masuk pada wilayah pemasaran batik sebagaimana disebutkan oleh Dhory. Tetapi untuk produksinya sendiri bisa saja diserahkan untuk dikaryakan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Bojonegoro.

“Jadi saya bisa masuk ke sana (pemasaran ke Bojonegoro), produksinya langsung dikerjakan oleh UMKM di Bojonegoro,” tandas Inna.(fin)

Berikut Daftar Hadir Para Pemangku Kebijakan di Gedung Putih :

1. Kabupaten Rembang Bupati & Ket Dekra
2. Kabupaten Banyuwangi : Wakil Bupati & Ketua Dekra
3. Kabuoaten Sukoharjo : Diwakili Kadin Perdagangan
4. Kota Semarang : Diwakili Kadin perdagangan
5. Demak : Wabup & Istri
6. Dandim 0813 Bojonegoro hadir beserta ibu
7. Kajari Bojonegoro beserta istri
8. Jepara : Bupati & istri
9. Pati : Wakil Bupati & istri
10. Ketua PN Bojonegoro
11. Ketua PA Bojonegoro & Istri
12. Surakarta : Wakil Walikota
13. Jember : Ketua Dekranasda
14. Mojokerto : Wakil bupati
15. Sidoarjo : Ketua Dekranasda
16. Jombang : Bupati , Wabup & Istri . Sekda & Istri.
17. Ngawi : Dinas perindustrian & Dinpora
18. Madiun : Bupati & wakil bupati
19. Probolinggo ; Bupati
20. Lamongan: istri Wakil Bupati
21. Kediri Kota : Ketua Dekranasda

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *