Mitos! Presiden Bakal Lengser Usai Kunjungi Bojonegoro, Soekarno dan Soeharto Lebih Dulu Sambang

Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto saat hadir secara virtual dalam peresmian peningkatan produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, batal. Benarkah Kabupaten Bojonegoro adalah daerah angker yang menjadi pantangan bagi Presiden Ri ?

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berkunjung ke Kabupaten Bojonegoro pada Kamis, 26 Juni 2025, akhirnya batal, meskipun berbagai persiapan telah dilakukan. Prabowo akan meresmikan proyek peningkatan produksi Banyu Urip 30 ribu barel per hari (bph) di wilayah Kecamatan Gayam. Peresmian kemudian dilakukan secara virtual dari Bali.

Menurut Pegiat Komunitas Bojonegoro History Muhammad Andre, Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu daerah angker yang pantangan dikunjungi Presiden RI hanyalah sebuah mitos. Sebab sejumlah Presiden RI justru pernah menginjakkan kaki di Bojonegoro dalam rangka kunjungan kerja. Yakni Presiden Soekarno dan Soeharto.

“Itu hanyalah mitos. Jauh sebelumnya, Presiden Soekarno sudah lebih dulu datang ke Bojonegoro,” kata Andre kepada suarabanyuurip.com, Kamis (26/6/2025).

Dia menyampaikan, dalam buku Brigade Ronggolawe, disebutkan bahwa Presiden Soekarno pernah meresmikan acara Pasar Malam yang diselenggarakan oleh rakyat Bojonegoro di alun-alun pada tahun 1945. Pasar Malam ini bukan sekadar hiburan, tapi bentuk perlawanan dan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Indonesia.

“Saat itu, Bojonegoro ingin menunjukkan bahwa propaganda Belanda soal krisis ekonomi hanyalah bualan semata,” katanya.

Bahkan, kunjungan Bung Karno tak hanya sekali. Surat kabar Hindia-Belanda tahun 1957 mencatat kunjungan resminya bersama rombongan yang terdiri dari 40 orang. Mereka berangkat dari Surabaya dan tiba di Bojonegoro untuk menghadiri rapat akbar, merayakan Idul Adha, dan memberikan pidato penting.

Baca Juga :   SKK Migas Mencatat Investasi Hulu Migas 2023 Capai Rp 210 triliun

Dalam pidatonya, Bung Karno menyoroti kondisi Indonesia setelah 12 tahun merdeka. Ia menyebut bahwa negeri ini tengah menghadapi berbagai krisis—mulai dari krisis moral, politik, hingga kepemimpinan.

“Karena itulah ia menggagas gerakan “Hidup Baru” sebagai revolusi spiritual untuk membuang cara berpikir kolonial dan membangun semangat bangsa yang baru, progresif, dan bersatu,” kata pemuda asal Kecamatan Sugihwaras itu.

Presiden Soeharto.
Presiden Soeharto saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bojonegoro Pada 24 Juli 1970. Pak Harto mengunjungi kantor Dinas Pertanian Rakyat Padangan dan Desa Banjarejo.

Setelah Soekarno, Andre mengungkapkan, Presiden Soeharto juga pernah menyambangi Bojonegoro. Pada 24 Juli 1970, secara tiba-tiba Pak Harto mengunjungi kantor Dinas Pertanian Rakyat Padangan dan Desa Banjarejo.

“Bahkan, perjalanan beliau saat itu bersifat “incognito” alias tanpa pengawalan besar-besaran. Seorang mantri tani bernama Ruslan sampai kaget saat melihat rombongan orang masuk ke kantornya, dan makin terkejut saat tahu yang datang adalah Presiden sendiri,” bebernya.

Presiden kedua Indonesia itu, juga sempat berdialog langsung dengan warga dan melihat langsung aktivitas pengeringan tembakau. Dari situlah lahir ide pendirian Perum Pengeringan Tembakau Bojonegoro, yang kemudian diwujudkan pada tahun 1971.

Baca Juga :   Produksi Minyak Blok Cepu Lampaui Target APBN 2020
Presiden Soekarno.
Kunjungan kerja Presiden Soekaeno di Kabupaten Bojonegoro ditulis Surat kabar Hindia-Belanda tahun 1957.

Maka bisa disimpulkan dari cerita tersebut, bahwa Bojonegoro bukan daerah “angker” bagi Presiden. Kunjungan para kepala negara ke Bojonegoro sudah terjadi sejak dulu.

“Jadi, kalau ada yang bilang “Presiden ke Bojonegoro pasti lengser” itu jelas hanya mitos belaka. Tidak bisa menyajikan sumber data maupun literatur yang jelas,” tandasnya.

Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Presiden Prabowo saat virtual menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung meresmikan peningkatan produksi minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga harus melakukan peresmian melalui video conference dari hotel tempatnya bermalam di Provinsi Bali usai kunjungan kerja.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya saya tidak dapat hadir secara fisik karena ketidakpastian akibat cuaca. Saya sudah siap dari jam 8 pagi untuk terbang tetapi karena cuaca tidak memungkinkan terpaksa saya hadir melalui video conference,” ujar Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan penyesalan karena tidak dapat menyaksikan langsung proyek-proyek strategis yang dinilai sangat penting dan membanggakan bagi bangsa Indonesia.

“Sekali lagi saya minta maaf. Saya sangat ingin hadir secara fisik Insyaallah akan saya cari waktu untuk hadir melihat proyek-proyek yang demikian penting, demikian bersejarah, dan demikian membanggakan, membanggakan kita sebagai bangsa dan sebagai pribadi,” tambahnya.

Prabowo berjanji akan mengunjungi proyek-proyek tersebut secara langsung di lain waktu.(jk/suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *