Kontrak ExxonMobil di WK Migas Blok Cepu Berpotensi Bertambah 20 Tahun

Migas Blok Cepu.
FOTO ILUSTRASI : Fasilitas pemrosesan minyak Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, yang dikelola ExxonMobil.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kontrak wilayah kerja pertambangan (WKP) Migas Blok Cepu bakal habis pada 2035 mendatang. Apabila Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setuju memperpanjang kontrak ExxonMobil, maka pengelolaan migas Blok Cepu berpotensi bertambah hingga 20 tahun.

“Setelah mendapatkan perpanjangan hingga 2035, ExxonMobil belum mengajukan perpanjangan lagi,” kata Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa Febrian Ihsan kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/6/2025).

Dia mengatakan, kontrak WK Cepu akan berakhir pada 17 September 2035. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil dapat mengajukan perpanjangan kontrak dalam rentang tahun 2025 hingga 2033 nanti.

“Berdasar Permen ESDM No. 23/2018 Pasal 3 Ayat 3, permohonan perpanjangan kontrak diajukan paling cepat 10 tahun dan paling lambat 2 tahun sebelum habis kontrak,” jelasnya.

Ihsan, sapaan akrabnya, mengungkapkan durasi maksimal perpanjangan WK Blok Cepu 20 tahun untuk setiap kali perpanjangan. Apabila izin perpanjangan tersebut, disetujui sesuai regulasi, kontrak WK Cepu dengan operator KKKS ExxonMobil dapat diperpanjang hingga 2055.

Baca Juga :   Berharap dari Alas Tua Timur

“Jika disetujui ESDM kontrak WK Blok Cepu berpotensi bertambah hingga 20 tahun,” pungkasnya.

Sebagai informasi, cadangan minyak Blok Cepu meningkat lebih dari dua kali lipat dari penemuan awal. Yakni dari 450 juta barel menjadi 1 miliar barel. Produksi puncak Blok Cepu sempat menyentuh level 230 ribu bph, dan kemudian mengalami penurunan alamiah.

Produksi minyak Blok Cepu saat ini sebesar 170 ribu-180 ribu bph. Produksi tersebut berasal dari 35 sumur produksi di lapangan Banyu Urip di Kecamatan Gayam, dan satu sumur di lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.

Secara keseluruhan investasi proyek Blok Cepu mencapai USD 4 miliar, dan telah menyumbang penerimaan negara sebesar USD 30 miliar. WKP migas Blok Cepu mencakup tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *