Warga 12 Desa Sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip Blok Cepu Belajar Kembangkan Potensi Lokal

Warga dari 12 Desa se Kecamatan Gayam kembangan potensi lokal.
ANTUSIAS : Para warga dari 12 Desa sekitar lapangan minyak Banyu Urip Blok Cepu saat menerima paparan program pengembangan potensi lokal di Pendapa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Warga dari 12 desa sekitar Lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini belajar mengembangkan potensi lokal. Hal ini karena didasari latar belakang pemahaman, bahwa pembangunan desa akan sangat kuat jika berbasis potensi lokal.

Namun tidak semua desa bisa menggali potensi lokalnya. Padahal ada cara-cara khusus yang harus dilakukan dalam menggali, memetakan, dan mengembangkan potensi desa.

Upaya pengembangan potensi lokal untuk Desa Gayam, Begadon, Ringintunggal, Mojodelik, Braboan, Bonorejo, Beged, Katur, Ngraho, Sudu, Cengungklung, Manukan ini diprakarsai oleh Operator Lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang mereka ikuti selama enam bulan ke depan. Dalam hal ini, para warga mendapat pendampingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lestari Muda Indonesia.

Sebagai rangkaian awal warga ke 12 desa di Kecamatan Gayam telah mendapatkan pemaparan melalui sosialisasi dari keseluruhan program.

Sosialisasi itu dihadiri oleh Camat Gayam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, serta tokoh masyarakat dan perwakilan dari 12 pemerintah desa (Pemdes) sasaran.

Baca Juga :   Gelar Pertemuan Rutin Bahas Peluang Usaha

Sosialisasi pada tahap mula mula ini bermaksud untuk memberikan penguatan program yang sinkron dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Adapun dalam penyuluhan itu, terlaksana pula penandatanganan pakta integritas oleh seluruh pemangku kepentingan, menegaskan komitmen bersama untuk mensukseskan usaha bersama dalam membangun desa.

Dengan kolaborasi yang kuat, upaya ini diharapkan mampu mendorong kemandirian desa, memperkuat pelestarian budaya, mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengurangan angka stunting.

“Kami antusias, karena program ini difokuskan di desa se-Kecamatan Gayam,” ujar Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (28/6/2025).

Bu Palupi, begitu ia disapa, berharap inisiatif ini bisa berkelanjutan. Kuncinya adalah komitmen serius dari pemerintah desa. Para agen perubah tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan pemimpinnya.

“Mari kita sama-sama dukung dan terus berkolaborasi, karena ini baik untuk kita semua, demi masa depan masyarakat Gayam yang lebih maju,” imbuhnya.

Sementara perwakilan EMCL, Ali Mahmud mengatakan, bahwa EMCL berkomitmen mendukung Pemkab Bojonegoro dalam pembangunan berbasis potensi desa.

Baca Juga :   SPBU Akan Tambah Nozel Pertamax

“Masing-masing desa akan mendapatkan pendampingan dalam memunculkan potensi desa, serta fasilitasi dalam penyusunan RKP Desa,” katanya.

“EMCL mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap kelancaran dan keselamatan operasi Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu,” lanjut pria penghobi olahraga sepakbola ini.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *