Sekolah Rakyat, Harapan Pendidikan Gratis bagi Ratusan Keluarga Miskin di Bojonegoro

Para calon siswa Sekolah Rakyat di Bojonegoro.
Para calon siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sedang menjalani pendataan.(sokib untuk arifin)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Ratusan keluarga miskin di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini punya harapan baru guna mendapat pendidikan gratis. Harapan ini tersedia melalui Program Sekolah Rakyat.

Program Sekolah Rakyat yang resmi diluncurkan oleh pemerintah pusat itu tidak hanya menyediakan akses pendidikan gratis lengkap dengan asrama, seragam, dan buku pelajaran, tetapi juga menekankan pada pengembangan karakter dan motivasi anak-anak agar berani bermimpi dan membangun masa depan yang lebih cerah.

Kepala Sekolah Rakyat Bojonegoro, Muhammad Sobari menuturkan, bahwa ia memahami betul perjuangan anak-anak yang terlibat. Sebab pihaknya bukan hanya menjalankan tugas administratif, tapi membawa pengalaman pribadinya dalam mendampingi siswa.

“Saya sendiri dulu dari keluarga miskin. Orang tua saya penerima raskin. Saya juga dulu tak pernah berani bercita-cita tinggi. Tapi sekarang, saya ingin anak-anak ini berani bermimpi,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (15/7/2025).

Dijelaskan, dalam tiga bulan pertama, pembelajaran di Sekolah Rakyat akan difokuskan pada penguatan karakter dan motivasi. Suasana asrama diyakini akan membentuk ikatan emosional yang kuat diantara para peserta didik.

Baca Juga :   Gedung Pusdiklat Ngumpakdalem Bakal Jadi Tempat Sekolah Rakyat di Bojonegoro

“Selain itu, suasana asrama memudahkan mereka menyerap dan menerapkan nilai-nilai penting untuk masa depan,” ujarnya.

Terpisah, Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, secara teknis memastikan seluruh persiapan telah dijalankan. Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dwi Ratna Putri menyatakan, bahwa semua proses berjalan sesuai jadwal, mulai dari pendataan siswa, renovasi gedung, penyediaan seragam, hingga perekrutan tenaga pengajar.

Berkenaan hal itu, disebutkan bahwa tahap 1A sudah dimulai, yakni Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 14 Juli 2025 dengan 63 Sekolah Rakyat se Indonesia. Dari 100 Sekolah Rakyat itu, sisanya sebanyak 37 satuan pendidikan masuk di tahap 1B.

“Tahap 1B termasuk Bojonegoro, akan dimulai akhir Juli atau awal Agustus. Kurikulumnya tetap mengikuti standar nasional, hanya ditambahkan penguatan karakter,” papar Dwi Ratna.

Untuk diketahui, sebanyak 100 anak keluarga miskin di Bojonegoro telah terpilih melalui Dinsos Bojonegoro untuk menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Sekolah ini menempati gedung bekas Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), yang terletak di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.(fin)

Pos terkait