60 Siswa Sekolah Rakyat Bojonegoro Belajar Sementara di Tuban

Siswa SRMA Bojonegoro
Para siswa SRMA Kabupaten Bojonegoro sedang beraktifitas di Gedung Pusdiklat BKPP.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sebanyak 60 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) tahun ajaran 2026/2027 Bojonegoro, sementara belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Tuban. Langkah ini ditempuh karena Bojonegoro belum memiliki gedung permanen, dan masih dalam proses.

‎”Sebanyak 60 anak setingkat SMA sementara ditampung di SRMA Tuban karena di sana sudah tersedia gedung permanen,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (14/7/2026).

‎Dijelaskan, penempatan sementara di Tuban dilakukan lantaran pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Bojonegoro belum dapat dimulai. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih menyelesaikan proses pengadaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah.

‎”Di Bojonegoro masih dalam proses pengadaan tanah. Rencananya Sekolah Rakyat akan dibangun di Kecamatan Kedewan,” jelasnya.

‎Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kedewan tersebut dapat rampung pada 2027.

‎Adapun seluruh siswa yang sementara belajar di Tuban merupakan hasil seleksi dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN

Baca Juga :   Mister X Tewas di Komplek Pasar Loak Cepu

‎Kebijakan tersebut juga merupakan arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos) agar proses pendidikan tetap berjalan sambil menunggu tersedianya fasilitas di Bojonegoro.

‎”Penitipan ini merupakan arahan dari pemerintah pusat karena Tuban sudah memiliki gedung Sekolah Rakyat yang siap digunakan,” ujar Agus.

‎Dia menambahkan, untuk angkatan pertama yang diterima pada tahun ajaran sebelumnya, sebanyak 100 siswa kelas X masih menjalani kegiatan belajar mengajar di gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) milik Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro.

‎Pemkab Bojonegoro, lanjut Agus, sejatinya sudah memiliki lahan di lokasi Pusdiklat BKPP tersebut. Namun luasnya masih kurang, sehingga saat ini masih dilakukan pembebasan lahan tambahan.

‎”Nantinya, siswa yang sementara belajar di Tuban akan kembali ke Bojonegoro setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait