Petani Hutan Blora Penen Kelengkeng di Lahan 2,4 Hektar

Panen kelengkeng.
Perhutani bersama Bupati dan jajaran Forkompimda Blora dan petani hutan panen kelengkeng di lahan hutan.(dok.perhutani)

SuaraBanyuurip.com – Petani di Desa/Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merasakan manfaat hasil budidaya kelengkeng di lahan hutan. Tanaman tersebut sekarang ini memasuki musim panen.

Ada 2,4 hektar lahan hutan di Panen buah kelengkeng petak 89c di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Kedungrejo, wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang yang ditanami kelengkeng. Tanaman tersebut ditanam oleh pesanggem (petani penggarap lahan hutan) yang tergabung dalam lembaga masyarakat desa hutan.

Panen raya perdana buah kelengkeng dilaksanakan Administratur KPH Blora, Administratur KPH Mantingan, Bupati Blora, Forkopimda Blora, serta Kelompok Tani Moya Makmur, Desa Tunjungan, Rabu (16/7/2025).

Administratur KPH Mantingan, Rohasan, menyampaikan, masyarakat Desa Tunjungan dapat memanfaatkan hutan untuk budidaya tanaman buah-buahan seperti kelengkeng, durian, dan mangga. Terutama pada wilayah Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) maupun Hutan Alam Sekunder (HAS).

Menurut dia, upaya petani hutan beralih dari tanaman semusim ke pohon tanaman buah dinilai memberikan manfaat berganda. Diantaranya dapat menghambat proses pendangkalan Waduk Greneng.

Baca Juga :   Bupati Blora Datangi Kementerian Perdagangan Cari Bantuan Rp 25 Miliar untuk Bangun Pasar Ngawen

“juga dapat menjadi sedekah oksigen serta menghasilkan buah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Rohasan.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman, menyampaikan terima kasih kepada Perhutani karena telah memberikan ruang kepada masyarakat untuk memanfaatkan hutan dalam budidaya tanaman buah-buahan.

“Kami berharap Perhutani selalu bersinergi dengan masyarakat, utamanya dalam mendukung ketahanan pangan dan program Blora sebagai sentra buah lokal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora, Ngalimin, menyampaikan sinergi antara petugas Perhutani dengan penyuluh pertanian sangat diperlukan untuk memudahkan pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan begitu diharapankan hasil petani dapat lebih meningkat dan maksimal, sehingga dapat meningkatkan perekonomiannya,” tutupnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait