Pertamina Patra Niaga Targetkan 19 KDMP di Jatimbalinus Jadi Sub Pangkalan LPG, Bojonegoro Belum Masuk

ILUSTRASI : Pertamina Patra Niaga Targetkan 19 KDMP di Jatimbalinus Jadi Pangkalan LPG.
ILUSTRASI : Pertamina Patra Niaga Targetkan 19 KDMP di Jatimbalinus Jadi Pangkalan LPG.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Subhloding PT Pertamina (Persero) yang bertanggung jawab perdagangan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menargetkan 19 titik piloting Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ke-19 titik piloting KDMP tersebar di empat provinsi wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus. Yakni Jatim, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). KDMP terdata itu berpotensi bakal menjadi sub pangkalan LPG 3 kilogram (kg). Namun, dari 19 titik itu, Kabupaten Bojonegoro belum masuk tahun ini.

Area Manager Communication, Relations & CSR, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, sementara ini wilayah kerjanya ditargetkan 19 titik KDMP dengan status sebagai sub pangkalan.

Dari 19 titik KDMP tersebut, sembilan diantaranya berada di Jatim, enam berada di Bali, dua titik di NTB, dan dua titik di NTT. Untuk KDMP di Jatim, Kabupaten Bojonegoro belum masuk data piloting di tahun ini. Tetapi ada dua KDMP dari jiran dekatnya, yakni Tuban masuk daftar.

Baca Juga :   23 Koperasi Merah Putih di Bojonegoro Belum Urus NPWP

Dua KDPM di Tuban itu ialah KDMP Pucangan, Kecamatan Montong, dan KDMP Rengel di Kecamatan Rengel. Pada Desa Pucangan sendiri terdapat enam pangkalan LPG, dan 46 pangkalan se Kecamatan Montong.

Sedangkan untuk Desa Rengel tercatat telah ada 15 pangkalan LPG, dan 64 pangkalan LPG se Kecamatan Rengel. Namun, jarak antara pangkalan sekira lebih dari 100 meter masing-masing titiknya. Rencananya, pada dua KDMP di Tuban itu bakal mendapat alokasi 50 tabung LPG per bulan.

“Kalau untuk Bojonegoro masih belum masuk ploting Pertamina tahun 2025 ini,” kata Ahad Rahedi kepada Suarabanyuurip.com via gawai elektronik, Sabtu (26/7/2025).

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkopum) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari membenarkan, bahwa belum ada KDMP di area tugasnya yang menjadi pangkalan LPG.

“Untuk KDMP di Bojonegoro sekarang masih maping (pemetaan, red.) untuk potensi masing-masing dulu, agar ke depan sesuai jenis usaha yang akan dilakukan,” jelasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Bertumpu pada Produksi Minyak Blok Cepu

Pos terkait