SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur tahun 2025 ini menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar untuk normalisasi 17 embung yang mengalami pendangkalan. Namun dari jumlah tersebut baru tiga embung yang selesai dinormalisasi, karena kendala kondisi cuaca.
Pejabat Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Ardian Ari Nurcahyo menyampaikan, total 433 embung di Bojonegoro yang telah diinventarisasi, untuk mengetahui kondisi embung.
“Hasilnya 180 embung kondisi baik, 149 embung alami sedimentasi, dan sebanyak 81 embung mengering. Dampaknya embung yang mengalami kekeringan berpotensi mengganggu pasokan air untuk pertanian,” katanya, Selasa (5/8/2025).
Dari hasil inventarisasi dan usulan dari pemerintah desa setempat, Kabupaten Bojonegoro menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar untuk normalisasi 17 embung. Sedangkan terdapat tujuh embung yang dibangun pada 2025 ini, dengan anggaran Rp 2,3 miliar.
“Namun dari total 17 embung yang dinormalisasi hingga Agustus ini, baru tiga embung selesai dinormalisasi karena pendangkalan,” ujarnya.
Penyebabnya kondisi cuaca kemarau basah. Alat berat tidak biasa masuk di area persawahan karena kondisi tanah masih gembur, sehingga mengganggu pembangunan.
Sedangkan untuk pembangunan embung hampir 100 persen selesai, karena dari tujuh embung sebanyak enam embung telah selesai dibangun. Ardian menargetkan normalisasi dan pembangunan embung bakal selsai di akhir tahun, tepatnya di November mendatang.
“Lokasi pembangunan embung salah satunya di Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo serta normalisasi embung di antaranya berada di Pilang Bango Desa Gayam, Kecamatan Gayam,” ungkapnya.
Kepala Bidang Air Baku Irigasi DPU SDA Kabupaten Bojonegoro, Bungku Susilowati menambahkan, embung berfungsi menampung air untuk mengantisipasi kekeringan selama musim kemarau. Terutama untuk mengairi area pertanian.
“Sementara embung yang kering itu merupakan tadah hujan, tapi sebagian embung masih terisi air,” tandasnya.(jk)
Berikut Diantaranya Lokasi Pembangunan dan Normalisasi Embung di Bojonegoro:
Pembangunan Embung :
1. Pembangunan Embung Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo
2. Pembangunan Embung Desa Duwel 1, Kecamatan Kedungadem
3. Pembangunan Embung Desa Duwel 2, Kecamatan Kedungadem
4. Pembangunan Embung Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem
5. Pembangunan Embung Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman
6. Pembangunan Embung Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan
Normalisasi Embung :
1. Normalisasi Embung Pilang Bango Desa Gayam, Kecamatan Gayam
2. Normalisasi Embung Desa Sumbergede, Kecamatan Kepohbaru
3. Normalisasi Embung Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem
4. Normalisasi Embung Kalicilik Desa Kauman, Kecamatan Baureno
5. Normalisasi Embung Desa Pajeng, Kecamatan Gondang
6. Normalisasi Embung Desa Teleng, Kecamatan Sumberrejo
7. Normalisasi Embung Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor
8. Normalisasi Embung Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo
9. Normalisasi Embung Desa Gading, Kecamatan Tambakrejo
10. Normalisasi Embung Desa Nganti 1 Kecamatan Ngraho
11. Normalisasi Embung Desa Nganti 2, Kecamatan Ngraho
12. Normalisasi Embung Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem
13. Normalisasi Embung Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman
14. Normalisasi Embung Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem
15. Normalisasi Embung Desa Wotanggare, Kecamatan Kalitidu
16. Normalisasi Embung Desa Pomahan, Kecamatan Baureno
17. Normalisasi Embung Desa Megale, Kecamatan Kedungadem



