SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada September 2025. Ada 86 desa di Bojonegoro rawan kekeringan.
“Perkiraan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung September mendatang,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi.
Dia mengatakan, hingga kini desa-desa belum mengajukan permohonan air bersih di BPBD Bojonegoro. Artinya belum ada warga Bojonegoro yang terdampak kekeringan di tahun ini.
“Biasanya pada Juli tahun 2024 kemarin sudah ada yang memohon bantuan air bersih. Tahun ini ada fenomena kemarau basah yang membuat tidak ada kekeringan, karena kondisi masih turun hujan,” jelasnya, Jumat (8/8/2025).
Ditambahkan, BPBD Bojonegoro telah menyiapkan 1.248 tangki dengan kapasitas 5.000 liter untuk mengatasi terjadinya kekeringan di puncak kemarau. Termasuk telah memetakan sebanyak 86 desa di 12 kecamatan di Bojonegoro yang rawan kekeringan.
“Kami sudah melakukan persiapan apabila sudah terjadi kekeringan,” tandasnya.(jk)






