SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dalam rangka mendorong pengembangan wisata edukasi, Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan karang taruna.
Rembug Pengembangan Usaha Karang Taruna dalam Program Muda Karya Sejahtera melalui Wira Usaha Muda Mandiri Berdikari (Wismandi) sebagai upaya meningkatkan kapasitas dimaksud, digelar di Balai Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) dari pengelola lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PEPC yang telah disetujui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan difasilitasi oleh IDFoS Indonesia.
Sebanyak 15 peserta dari pokdarwis sekaligus anggota karang taruna mengikuti kegiatan yang juga dihadiri perwakilan PEPC. Setelah pembukaan, acara berlanjut dengan pelatihan penyusunan rencana usaha dan analisis SWOT yang dipandu oleh Joko Hadi Purnomo.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif di mana peserta terlibat secara aktif, berpartisipasi dalam diskusi, dan saling bertukar ide.
Dalam sesi pembahasan, diungkapkan bahwa Pokdarwis memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan dan mengelola potensi wisata edukasi yang ada di Kecamatan Ngasem, di antaranya wisata edukasi peternakan, wisata sanitasi, dan wisata agro.
Kepala Desa Sendangharjo, Yuskaryanto berharap, kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan dan memperluas jaringan karang taruna. Sebab ilmu dan koneksi merupakan hal penting.
“Semoga dengan program ini warga Sendangharjo lebih berdaya dan menjadi generasi potensial untuk membangun desa,” ujarnya.
Perwakilan PEPC, Edi Arto menilai, Sendangharjo memiliki potensi alam dan sosial yang layak dikembangkan menjadi desa wisata. Kendati, modal untuk menginisiasi desa wisata memang tidak mudah, tapi dengan pengelolaan yang kuat, sistem dapat berjalan.
“Mudah-mudahan ini memberi dampak positif bagi masyarakat dan Kabupapen Bojonegoro,” harapnya.
Sementara, Joko Hadi Purnomo menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi ajang untuk merumuskan mimpi bersama. Ia mengusung asa, agar pokdarwis dapat memanfaatkan potensi dan peluang yang ada.
“Kami bererima kasih kepada Kepala Desa yang sangat terbuka dan PEPC yang telah mempercayakan kami memfasilitasi kegiatan yang dibuka sejak Selasa (12/8) kemarin,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (13/8/2025).
Pada kesempatan di hari kedua pelatihan, Pokdarwis diajak berkunjung ke Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, untuk belajar langsung aktivitas penerimaan tamu desa dan jasa layanan yang dikelola pemerintah desa.
Kunjungan ini dilakukan bersamaan dengan studi tiru Pemerintah Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, yang mempelajari pengelolaan budidaya ayam petelur oleh BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal.
Kegiatan ini bertujuan ngangsu kaweruh atau menimba pengetahuan, khususnya terkait manajemen usaha produktif. Peserta Pokdarwis dapat melihat secara langsung bagaimana Desa Kaliombo menerima tamu, memberikan materi kunjungan, serta mengajak tamu berkeliling kandang ayam petelur untuk mempelajari praktik pemberian pakan, perawatan ayam, dan proses panen telur.
Untuk diketahui, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Usaha Bhakti Manunggal sendiri mulai dirintis tahun 2021 sebagai bagian dari Program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat melalui optimalisasi BUMDes yang diinisiasi PT Pertamina EP Cepu Zona 12. Awalnya BUMDesa ini hanya memiliki fasilitas kandang dan 2.400 ekor ayam petelur, namun kini telah berkembang menjadi tiga kandang aktif.(fin)





