19 Desa di Bojonegoro Digerojok Bantuan Rp 2,116 Miliar

Program Gayatri
FOTO ILUSTRASI: Bupati Setyo Wahono meminta kepada 19 desa penerima BKKD Provinsi Jatim untuk mensinkronkan program pengentasan kemiskinan daerah.

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 19 desa di Kabupaten Bojonegoro akan mendapat alokasi bantuan keuangan khusus (BKK) Desa dari Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025. Total bantuannya mencapai Rp 2,116 miliar.

Ke 19 desa penerima BKK Desa tersebar di 16 kecamatan. Yaitu Ngraho, Tambakrejo, Ngasem, Balen, Kedungadem, Kepohbaru, Temayang, Baureno, Dander, Malo, Padangan, Purwosari, Sekar, Bojonegoro, Kapas dan Kalitidu.

Gelontoran bantuan milyaran rupiah itu untuk program Jatim Puspa, Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Desa Berdaya guna. Program ini untuk meningkatkan pendapatan masyarakat agar dapat meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro, Machmudin menjelaskan dari 19 desa penerima BKK Desa diantaranya sebanyak 6 desa mendapat program Jatim Puspa yaitu Rp 702,87 juta, 8 desa mendapat program Pemberdayaan BUM Desa sebesar Rp 800 juta, dan 5 desa untuk program Desa Berdaya memperoleh Rp 500 juta. Serta BOP Kabupaten mendapatkan Rp 114 juta.

“Nantinya 19 desa penerima bantuan modal akan mendapat beberapa kegiatan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan agar bisa mengembangkan usahanya guna peningkatan pendapatan di tahun berikutnya,” ujar mantan Camat Ngasem ini.

Baca Juga :   DPRD Minta Penataan Pasar Kota Bojonegoro Akomodir Semua Pedagang

Machmudin menambahkan, BKK Desa ini merupakan upaya pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi dengan sasaran graduasi program keluarga harapan.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan program-program penanganan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Bojonegoro. Program itu akan bersinergi dengan Pemkab Bojonegoro terutama dalam program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), program domba sejahtera, program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga), dan program peningkatan pendapatan bagi kemajuan usaha lokal (E-Bakul).

“Semoga sinergitas dan kolaborasi ini terus terjalin dalam upaya penanganan kemiskinan dan dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” terangnya saat memberi sambutan dalam sosialisasi program Jatim Puspa di ruang Partnership Room lt.4 gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (9/07/2025).(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Dengar” memang ada bantuan tp di desaku bumdesnya kok g ada suaranya sama kekali ( sunyi ) atau mungkin g kebagian bantuan dari pemerintah bjn .