Serbuan Jutaan Lalat Resahkan Warga Tiga Desa di Bojonegoro

Camat Baureno, Dery Aprilianto saat sidak kandang ayam.
Camat Baureno, Dery Aprilianto saat sidak ke kandang ayam sumber jutaan lalat yang meresahkan warga di tiga desa.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Jutaan lalat dikabarkan “menyerbu” ke permukiman tiga desa di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yakni Karangdayu, Pasinan, dan Kauman. Gangguan ini menimbulkan keresahan warga setempat. Serbuan lalat-lalat itu ditengarai berasal dari kandang ayam berskala besar di sekitar lokasi.

Salah satu warga Desa Karangdayu, Nursodiq menuturkan, bahwa keadaan ini telah berlangsung selama satu minggu belakangan. Meski tak terhitung, ia menduga jumlah lalat-lalat yang hinggap dan beterbangan mencapai jutaan ekor.

“Saya gunakan kertas perekat lalat, itu sehari bisa habis 20 lembar di rumah,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (10/9/2025).

Tak pelak, kejadian ini lantas viral di media sosial (medsos). Sebab para warga beramai-ramai mengeluhkan keadaan ini melalui unggahan di akun medsos mereka.

Salah satu video yang beredar memperlihatkan rumah-rumah dipenuhi lalat, baik di luar maupun di dalam. Lalat-lalat itu nampak masuk sampai ke kamar tidur, bahkan hingga ke dapur.

“Saya sampai tidak bisa membiarkan makanan terbuka di dapur, semua harus ditutup rapat, karena meja dan kursi pun penuh lalat,” imbuh Nursodiq.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolsek Baureno, Iptu M. Soleh, membenarkan kejadian ini. Diketahui, di Dusun Pipitan terdapat tiga kandang ayam yang sudah beroperasi cukup lama. Selama beroperasi belum pernah ada laporan masalah.

“Betul, kini menimbulkan keluhan warga pada tiga desa, yakni Karangdayu, Pasinan, dan Kauman,” ujar Iptu M. Sholeh.

Berkenaan peristiwa ini, Camat Baureno, Dery Aprilianto menyatakan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro sudah melakukan sidak ke lokasi. Hasilnya, kandang ayam tersebut dalam kondisi kosong karena ayam telah dipanen. Sebelum panen, jumlah ayam mencapai 100 ribu ekor.

“Kami hanya bertemu pekerja karena pemilik kandang sedang menjalankan ibadah umrah. Rencananya, Selasa depan pemilik kandang akan kami panggil untuk dipertemukan dengan warga terdampak,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait