SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur turun 3,22 persen pada triwulan kedua 2025. Padahal triwulan pertama dstribusi produk domestik regional bruto (PDRB) tumbuh sebesar 9,97 persen atau peringkat pertama di Jawa Timur.
Staf Riset dan Analisa, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jatim, Mauli Fikr mengatakan, semula pertumbuhan ekonomi di tiga kabupaten di Jawa Timur sempat melaju agresif pada triwulan pertama 2025.
“Namun pada triwulan kedua pertumbuhan ekonomi ayng sempat naik tajam tersebut anjlok, atau terendah di Jawa Timur,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (19/9/2025).
Mauli menjelaskan, ketiga daerah tersebut meliputi, Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, dan Pacitan. Kabupaten tersebut menjadi daerah dengan tingkat pertumbuhan di atas 9 persen pada awal tahun 2025, namun tak mampu mempertahankan momentum di periode berikutnya.
Dari ketiga daerah tersebut, Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan drastis dari 9,97 persen menjadi 3,22 persen year over year (yoy), terkoreksi 0,68 persen poin. Terdapat indikasi fluktuasi sektor migas dan pertanian disebut menjadi salah satu penyebabnya.
“Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro masih tergantung pertambangan dan penggalian. Sehingga belum mampu mempertahankan capaian di triwulan pertama,” ungkap Mauli.
Sehingga pertumbuhan ekonomi Bojonegoro anjlok pada triwulan kedua. Mauli menyarankan agar ekonomi Bojonegoro jangan terlalu tergantung pada migas, sehingga bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
“Sejak ada migas ekonomi Bojonegoro selalu tergantung pada sektor itu. Padahal pertumbuhan ekonomi Bojonegoro sempat peringkat pertama di Jawa Timur,” tandasnya
Untuk Kabupaten Ngawi hanya tumbuh 2,82 persen year over year (yoy), anjlok 0,72 persen poin dari triwulan sebelumnya 9,89 persen.
“Perlambatan di Ngawi ini mencerminkan hilangnya momentum setelah lonjakan tinggi,” kata Mauli.(jk)





