Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro Masih Andalkan Migas, DPRD: Pemkab Harus Punya Terobosan Baru

Lapangan migas Banyu Urip, Blok Cepu.
PENGHASIL MIGAS : Fasilitas utama pemrosesan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikelola ExxonMobil.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Distribusi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih mengandalkan sektor minyak dan gas (migas). DPRD Bojonegoro menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memiliki terobosan di sektor lain, misalnya pertanian.

Berdasarkan data produksi migas pada triwulan pertama 2025 dibanding triwulan awal 2024, mengalami kenaikan yaitu sekitar 8 persen dan 35 persen. Kinerja pertambangan dan penggalian di Bojonegoro sangat dipengaruhi oleh produksi migas.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mengakui jika pertumbuhan ekonomi Bojonegoro sebagian masih mengandalkan dari migas.

“Itu sudah menjadi realita, Bojonegoro ini merupakan penghasil migas. Sehingga pemerintah daerah harus memiliki terobosan di sektor lain, misalnya di pertanian,” katanya, Rabu (2/7/2025).

Lasuri menyarankan agar sektor pertanian benar-benar digarap maksimal, karena wilayah Bojonegoro mayoritas adalah pertanian. Sehingga nantinya bisa memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Bukan dari migas melainkan pertanian yang menjadi titik fokusnya. Artinya kedepan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat lebih baik, tanpa migas,” kata Lasuri.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro Kiki Ferdiana sebelumnya menyampaikan, sektor primer menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi Bojonegoro meningkat pada triwulan pertama. Yakni sebesar 60,71 persen.

“Pertumbuhan itu dipengaruhi peningkatan produksi migas dan juga peningkatan tanaman pangan,” katanya.

Dia menjelaskan, produksi minyak dan gas bumi (migas) pada triwulan pertama 2025 dibanding triwulan awal 2024, mengalami kenaikan yaitu sekitar 8 persen dan 35 persen. Kinerja pertambangan dan penggalian di Bojonegoro sangat dipengaruhi oleh produksi minyak dan gas bumi.

“Hal ini yang menyebabkan PDRB Bojonegoro tumbuh 9,97 persen pada triwulan pertama 2025, tertinggi di Jawa Timur. Sedangkan peringkat kedua adalah Kabupaten Pacitan 9,93 persen,” ujarnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar