SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Tuban – Program NU Care Hijau kembali hadir membantu masyarakat terdampak kekeringan musim kemarau. Kali ini bantuan air bersih diberikan kepada warga Dusun Mulyorejo atau Tanggi, Desa Bader, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025).
Distribusi air bersih dilakukan oleh LAZISNU PCNU Tuban bersama LPBINU PCNU Tuban, dengan dukungan pendanaan dari PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar.
Sebanyak 25 kepala keluarga penerima manfaat di Dusun Mulyorejo, terpaksa harus berhemat air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab sumber air tak tersedia, sementara layanan PAM Desa belum sanggup menjangkau wilayah tersebut.
Program NU Care Hijau hadir menyalurkan bantuan air bersih melalui truk tangki membawa air hingga ke permukiman. Air bersih dibagikan langsung kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka; mandi, mencuci, dan memasak.
Ketua LAZISNU PCNU Tuban, Joko Hadi Purnomo, menyebut aksi ini sebagai wujud pengabdian NU untuk masyarakat. Kegiatan ini sebagai bentuk khidmat PCNU Tuban kepada warga Tuban khususnya warga Desa Bader yang mengalami kesulitan air bersih. Apalagi kekeringan ini terjadi hampir tiap tahun.
Setiap musim kemarau, kata Joko, persoalan serupa kerap berulang. Dusun-dusun di pinggiran desa masih sulit terjangkau jaringan distribusi air bersih. Warga menggantungkan dari bantuan truk tangki yang datang secara berkala dari berbagai pihak. Program NU Care Hijau menambah deretan inisiatif yang mencoba menjawab kebutuhan mendesak itu.
Namun, lebih dari sekadar distribusi, inisiatif ini disebt Joko membuka wacana lebih jauh: perlunya pembangunan instalasi air bersih yang mampu menjangkau dusun-dusun terpencil. Selama masalah infrastruktur belum teratasi, bantuan serupa akan terus dibutuhkan setiap musim kering.
“Kami sedang memikirkan bersama Pemdes Bader supaya ada perluasan akses air bersih dengan instalasi air. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar yang membantu kegiatan ini,” kata alumnus SMAN 2 Bojonegoro 1997 ini.
Warga menyambut lega dan gembira datanganya bantuan air bersih bagi mereka. Setyaningsih, salah satu penerima manfaat, mengatakan pasokan air ini amat berarti. Ia mengaku sangat senang dengan penyaluran air bersih, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti mandi, cuci, dan masak.
“Setiap dua atau tiga hari air habis. Selain dari LAZISNU biasanya dibantu juga oleh BPPD Kabupaten Tuban,” tuturnya.(fin)





