Antrean Truk Mengular di SPBU Bojonegoro, Pertamina Klaim Tidak Ada Kelangkaan Solar

Antrean mengular di SPBU Bojonegoro.
SPBU di Jalan Veteran Bojonegoro Kota dipadati kendaraan besar yang sedang antre pembelian BBM jenis solar.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sejumlah SPBU di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kepadatan antrean kendaraan besar yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Antrean truk-truk besar tersebut mengular hingga jalan raya.

Antrean kendaraan besar di SPBU tersebut telah terjadi sejak lima hari terakhir.

“Iya lagi antre Solar,” kata Ono, sopir dump truck, asal Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander kepada suarabanyuurip.com, Jumat (31/10/2025), di SPBU Kalitidu turut Desa Leran.

Senada disampaikan, Supri, sopir dump truk lainnya. Warga Desa/Kecamatan Gayam, itu mengungkapkan, antrean pembelian solar di SPBU mulai terjadi sejak, Senin (27/10/2025).

“Sudah lima hari ini. Hampir semua SPBU terjadi antrean,” ujar Pri, saat antre mengisi solar di SPBU Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu.

Dari pantauan suarabanyuurip, antrean kendaraan juga terjadi di SPBU Jetak, SPBU Sumberrejo, Kalianyar, SPBU Jalan Veteran hingga Ngrowo Kota Bojonegoro.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengklaim antrean tersebut bukan karena adanya kelangkaan Solar.

Baca Juga :   Urai Antrean di SPBU, Pertamina Imbau Bayar BBM Sistem Cashless

“Bukan karena langka, melainkan kebutuhan solar di waktu yang bersamaan sehingga menyebabkan antrean,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.

Ahad mengungkapkan, stok BBM jenis Solar di SPBU wilayah Tuban, Bojonegoro, dan sekitarnya masih tersedia. Sehingga dipastikan bukan karena kelangkaan atau kekosongan stok Solar.

Namun, apabila di sejumlah SPBU terjadi kekosongan Solar itu karena sedang proses distribusi. Karena kebutuhan mobil besar untuk jenis Solar sangat banyak, dan menyebabkan kehabisan stok di SPBU.

“Kami memantau secara digital stok produk di masing-masing SPBU,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Ahad menambahkan, penyaluran biosolar harus sesuai dengan jumlah kuota penugasan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kepada Pertamina. Karena biosolar merupakan salah satu jenis produk BBM bersubsidi.

“Harus disalurkan sesuai dengan jumlah kuota penugasan yang ditetapkan oleh pemerintah kepada Pertamina,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait