Pertamina Patra Niaga dan Lemigas Klaim Hasil Uji Pertalite Sesuai Spesifikasi

Pertalite campur air.
Akun Facebook Pahmi mengunggah BBM Pertalite yang diduga bercampur air.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang menjadi polemik di masyarakat telah uji di laboratorium. Pertamina Patra Niaga mengklaim, BBM Pertalite setelah diuji laboratorium hasilnya sudah sesuai spesifikasi. Uji laboratorium dilaksanakan oleh balai besar pengujian minyak dan gas bumi (Lemigas).

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menegaskan, penyaluran BBM di Pertamina maupun di SPBU terdapat SOP, tata cara, prosedur yang harus dilaksanakan untuk memastikan agar BBM kualitasnya baik. Yakni tidak tercampur air, dan tidak menimbulkan kerugian untuk masyarakat.

“Pertamina akan bersikap tegas kepada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan yang melanggar SOP mutu produk yang merugikan citra perusahaan dan masyarakat,” tandasnya.

Ega mengatakan terkait isu kontaminasi Pertalite, pihaknya memberikan atensi agar tidak menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat.

“Kami membuka posko pengaduan di sejumlah SPBU dan melakukan pengecekan di hampir 300 SPBU di Jawa Timur,” katanya, Minggu (2/11/2025).

Koordinator Pengujian Aplikasi Produk Lemigas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo mengungkapkan, Lemigas telah melakukan pengambilan sampel Pertalite dari sejumlah SPBU di Jawa Timur untuk diuji di laboratorium. Ia menegaskan Lemigas bersama Ditjen Migas akan terus melakukan analisis lanjutan, termasuk jika ditemukan laporan serupa di daerah lain.

Baca Juga :   Unigoro Gelontorkan Beasiswa Prestasi Senilai Rp 53,1 Juta untuk 24 Mahasiswa

“Hasil uji di Lemigas, yakni BBM Pertalite sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu untuk jenis produk Pertalite. Ini mengacu ke SK DDN Migas Nomor 486 Tahun 2017,” terang Cahyo.

Sementara itu, Ahli Teknik Kimia ITS, Prof. Renanto, menjelaskan bahwa fenomena gangguan mesin kendaraan tidak dapat langsung dikaitkan dengan bahan bakar. Menurutnya, secara teori, karakteristik kimia hidrokarbon pada bahan bakar tidak memungkinkan air untuk larut dalam jumlah besar di dalamnya.

“Hasil uji spek BBM Pertalite yang tadi sudah disampaikan sesuai dengan standar, maka tentu saja Pertalite ini akan bebas air. Jadi tidak masalah kalau Pertalite digunakan sebagai bahan bakar untuk motor, hanya spesifikasi kebutuhan BBM motornya harus disesuaikan, apakah sesuai dengan Pertalite,” terang Prof. Renanto.

Perwakilan mekanik bengkel otomotif di Surabaya, Juanda, mengatakan bahwa fenomena gangguan pada kendaraan ini, tidak semata-mata disebabkan oleh bahan bakar, melainkan bisa berasal dari berbagai faktor teknis pada komponen kendaraan. Berdasarkan hasil pemeriksaan di bengkel miliknya dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar kasus dapat diatasi melalui pengecekan dan perawatan rutin.

Baca Juga :   Tanggapi Keluhan Masyarakat, Pertamina Patra Niaga: Pertalite Masih Tersedia

“Masalah brebet itu bisa disebabkan banyak hal. Di bengkel kami, kami periksa dulu tekanan pompa bensin, sensor-sensor injeksi, dan kondisi busi. Dari banyak kasus yang datang, ternyata yang paling sering penyebabnya ada di busi. Setelah diganti, mesin langsung kembali normal,” kata Juanda.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait