SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pertamina Patra Niaga Jatim, Bali, Nusa, Tenggara (Jatimbalinus) menerima 631 laporan kendaraan rusak usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di sejumlah SPBU Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, terbanyak berada di Kabupaten Bojonegoro sebanyak 217 laporan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, hingga 2 November 2025 laporan yang diterima Pertamina Patra Niaga sebanyak 631 pengaduan.
“Itu tersebar di 16 kabupaten/kota di Jawa Timur,” katanya, Senin (3/11/2025).
Dari daerah tersebut, Kabupaten Bojonegoro menempati peringkat pertama sebanyak 217 laporan, kemudian Surabaya peringkat kedua 122 laporan, dan disusul Sidoarjo sebanyak 121 pengaduan. Semua sudah ditangani, dan biaya juga ditanggung Pertamina.
“Sudah diberikan kompensasi terukur, bagi kendaraan masyarakat yang mogok,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com.
Dia menambahkan, rencananya layanan pengaduan bakal ditutup Minggu (2/11/2025) kemarin, namun diperpanjang hingga Senin (10/11/2025) pekan depan.
“Sehingga saat ini, masyarakat bisa mendatangi SPBU yang membuka posko pengaduan,” tandasnya.
Sementara itu, Warga Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Siti Ainur Rodhiyah, mengaku motornya tiba-tiba brebet dan mogok usai mengisi BBM Pertalite di SPBU Sumberrejo pada Minggu (1/11/2025) kemarin malam.
“Paginya malah parah, akhirnya saya bawa ke bengkel dekat rumah. Ternyata benar karena BBMnya, saat di bongkar BBM tercampur dengan air,” jelasnya.
Rodhiyah mengaku mengeluarkan ongkos Rp 127 ribu untuk memperbaiki motornya karena mengisi BBM Pertalite. Ia berencana besok akan ke posko pengaduan SPBU Sumberrejo.
“Karena kejadian sudah ramai kemarin, tapi saya baru mengalami hari ini,” katanya.(jk)





