Lapas Bojonegoro Panen Kangkung di SAE LBIC, Wujud Pembinaan Kemandirian Warga Binaan ‎

Lapas Bojonegoro
MANDIRI : Lapas Bojonegoro panen kangkung bersama warga binaan pemasyarakatan setempat.(ist/rian)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan panen bersama di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Berbasis Industri dan Cipta Karya (LBIC) Bojonegoro, Sabtu (13/12/2025).

‎Panen kali ini dilakukan pada komoditas kangkung yang ditanam di lahan pertanian milik Lapas Bojonegoro. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh petugas lapas bersama warga binaan pemasyarakatan, serta dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca.

‎Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai proses panen, mencerminkan sinergi positif antara petugas dan warga binaan.

‎Lapas Bojonegoro diketahui mengelola lahan pertanian dan peternakan seluas 23,7 hektare yang dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif.

‎Berbagai komoditas pertanian dibudidayakan di lahan tersebut, mulai dari padi, lombok, kangkung, hingga tanaman hortikultura lainnya. Selain itu, lapas juga mengembangkan peternakan bebek petelur serta budidaya ikan air tawar sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan.

‎Pelaksanaan kegiatan kemandirian di SAE LBIC berada di bawah bimbingan Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Suyatno, yang secara aktif mendampingi dan mengarahkan warga binaan dalam setiap tahapan produksi. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

‎”SAE LBIC Lapas Bojonegoro terus berupaya memberikan pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bernilai guna bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” tuturnyq kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu sore (13/12/2025).

‎Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan, bahwa kegiatan panen ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas dan keterampilan warga binaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

‎“Melalui program ini, kami berharap Lapas Bojonegoro dapat berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus membentuk sumber daya manusia yang lebih berkualitas, mandiri, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat,” tandasnya.(fin)

Pos terkait