SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Isu pendirian pabrik bioetanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Kepala Desa (Kades) Katur, Kecamatan Gayam, Sukono. Sebab satu dari dua proyek strategis nasional (PSN) itu konon akan dibangun di Desa Katur.
”Kalau pabrik bioetanol jadi dibangun di sini, tentu ini kabar menggembirakan, khususnya untuk masyarakat desa kami,” kata Kades Katur, Sukono kepada Suarabanyuurip.com, Senin (15/12/2025).
Kades yang pernah memimpin Paguyuban Kades se Kecamatan Gayam ini menanggapi positif atas kabar PSN bakal berdiri di sekitar Desa Katur. Karena akan memberikan dampak positif secara berganda. Sebagaimana berkaca dari pengalaman keberadaan PSN Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
”Harapan kami tentu banyak tenaga kerja terserap dari Desa Katur, dan dampak positif lainnya secara umum, dapat meningkatkan perekonomian warga kami,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Ademos, A. Shodiqurrosyad mengaku, memperoleh informasi ada dua pabrik bioetanol yang akan dibangun di Bojonegoro, dengan dua investor berbeda. Hal ini dia kemukakan dalam kanal YouTube Dewan Jegrank beberapa hari lalu.
Yakni pabrik bioetanol di kawasan hutan wilayah Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, yang akan dibangun oleh investor, PT Butonas Petrochemical Indonesia (BPI), dan di Desa Katur, Kecamatan Gayam oleh perusahaan Jepang, JICA (Japan International Cooperation Agency).
“Untuk bahan bakunya beda. Kalau yang di Ngasem akan menggunakan sorgum, sedangkan yang di Katur Gayam pakai Jagung,” jelasnya.
Pembangunan pabrik bioetano dan metanol rencananya akan menggunakan lahan kawasan hutan RPH Sawitrejo, KPH Bojonegoro. Perhutani telah menyiapkan lahan hutan seluas 5.130 hektar. Rinciannya 130 hektar digunakan lokasi pabrik, dan 5.000 hektar untuk penanaman bahan baku sorgum.
Sedangkan Adm Perhutani KPH Bojonegoro, Slamet Juwanto menambahkan, pembangunan pabrik bioetanol-metanol hanya menunggu izin pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan.
“Sudah di meja Menteri, tinggal ditandatangani. Kalau itu turun, langsung jalan. Tinggal nunggu itu saja,” tegas Juwanto dikonfirmasi terpisah.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Joko Tri Cahyono sebelumnya menyampaikan, pembangunan pabrik bioetanol-metanol di Bojonegoro akan dimulai dua tahun lagi.
“Untuk etanol-metanol ini Insyallah akan dibangun tahun 2027,” ujarnya.(fin)
Harapkan Pabrik Bioetanol Serap Tenaga Kerja dari Katur Bojonegoro






