DPRD Bojonegoro Dorong BUMD Ambil Peran Strategis Pengembangan Jargas

Sally Atyasasmi
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi dalam pertemuan dengan PGN dan Pertamina Gas di Jakarta.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Upaya memperluas jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini diarahkan tak hanya sebagai program pelayanan energi, tetapi juga ruang strategis bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tumbuh dan memberi nilai tambah bagi daerah.

‎Hal itu diungkapkan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro usai melakukan kunjungan kerja (kunker) dan koordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara, Tbk (PGN) dan  Pertamina Gas pada Jumat 19 Desember 2025 di Jakarta.

‎Ketua Komisi B, Sally Atyasasmi menilai, pengembangan jargas akan lebih berdampak luas bila BUMD ikut ambil peran strategis atau dilibatkan sejak hulu hingga hilir, baik dalam pengelolaan, distribusi, hingga layanan turunan berbasis gas bumi. Skema ini diyakini mampu mengakselerasi perluasan akses energi sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.

‎Sebagai daerah penghasil gas bumi nasional, Bojonegoro dinilai memiliki posisi tawar kuat untuk tidak sekadar menjadi wilayah lintasan produksi. Melalui keterlibatan BUMD, gas bumi diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal, menekan biaya energi rumah tangga, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian fiskal.

‎Sally menegaskan, jargas harus dirancang sebagai ekosistem usaha daerah. Bagi dia BUMD perlu diberi ruang nyata. Sebab bukan hanya soal pelayanan energi murah dan aman bagi masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana daerah memperoleh nilai tambah berkelanjutan dari gas bumi.

‎Politisi perempuan dari Fraksi Partai Gerindra ini juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, BUMD, Pertamina Gas, dan PGN agar model kolaborasi yang dibangun saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.

‎”Dengan pendekatan ini, pengembangan jargas di Bojonegoro diharapkan tidak hanya memperluas akses energi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan BUMD dan penopang kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya via sambungan telepon kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (20/12/2025).

‎Mbak Sally, begitu ia disapa, menyebutkan, bahwa pertemuan dengan PGN dan Pertamina Gas masih tahap awal. Sebab masih membutuhkan tahapan lain guna mewujudkan agenda yang diusung. Misalnya tindak lanjut oleh pihak eksekutif dan pembahasan berikutnya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

‎”Masih banyak tahapan ke depan termasuk kita akan mengundang rapat para pihak di DPRD ya sebagai tindak lanjut nantinya,” bebernya.

‎Diwartakan sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Abdulloh Umar, menyampaikan bahwa DPRD melalui Komisi B melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas guna memperdalam pembahasan terkait pengembangan jaringan gas (jargas).

‎Abdulloh Umar menyatakan, kunjungan kerja tersebut penting sebagai upaya DPRD menambah referensi dan memperkuat dasar pengambilan kebijakan, khususnya dalam sektor energi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Rencananya bakal meminta tambahan 10.000 tanbahan sambungan rumah (SR).

‎“Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung terkait pengembangan jaringan gas di Bojonegoro, termasuk kendala, peluang, serta langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh ke depan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (18/12/2025).(fin)

Pos terkait