SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Penempelan stiker keluarga miskin dan pra-sejahtera di seluruh desa se-Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah dilaksanakan secara serentak. Kegiatan di 12 desa sekitar wilayah kerja pertambangan (WKP) Migas Blok Cepu ini menyasar rumah penerima manfaat sebagai bagian dari upaya penajaman data kemiskinan.
Sebanyak 678 keluarga tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan tersebut, tersebar di 12 desa. Rinciannya meliputi Desa Begadon (50 keluarga), Beged (49), Bonorejo (31), Brabowan (46), Cengungklung (30), Gayam (45), Katur (121), Manukan (74), Mojodelik (80), Ngraho (90), Ringintunggal (30), dan Sudu (32 keluarga).
Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti, mengatakan, bahwa penempelan stiker ini bertujuan untuk memastikan data keluarga miskin dan pra-sejahtera benar-benar valid, akurat, dan transparan.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran. Dengan adanya stiker, masyarakat juga bisa ikut mengawasi dan memberikan masukan apabila terdapat data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, akurasi data menjadi kunci utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait agar data sosial selalu terbarui.
”Saya awali penempelan stiker beberapa lalu secara simbolis bersama Plt. Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), PLO Dinas Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Satpol PP, perangkat desa, serta para penerima manfaat,” ujar Palupi.
Selama pelaksanaan kemudian, proses penempelan stiker dilakukan secara door to door di rumah warga penerima manfaat. Kegiatan dilaporkan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
”Kami berharap, melalui langkah ini, program bantuan sosial ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayah Kecamatan Gayam,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, mengungkapkan, Damisda Kabupaten Bojonegoro, KPM total yang dipasang stiker sejumlah 50.987 KK, yang mana masih sedang berlangsung.
Prosesnya mulai pendistribusian stiker ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Lalu penempelan stiker dilakukan oleh pendamping sosial sesuai daftar penerima bansos Damisda.
Kebijakan ini juga sekaligus mendukung proses monitoring, evaluasi, dan pemutakhiran Damisda di Kabupaten Bojonegoro. Mengingat di 2026, pemutakhiran data ini dari Damisda menjadi DTSEN.
DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ialah sistem basis data terintegrasi yang dirancang untuk memuat informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia. DTSEN menggabungkan berbagai sumber data penting termasuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Sebagai bentuk meningkatkan transparansi dan akurasi data penyaluran bantuan, stiker khusus ini bertuliskan ‘Rumah Ini Kategori Keluarga Miskin’ untuk stiker pertama. Sedangkan stiker kedua berupa jenis bantuan yang didapatkan oleh KPM. Baik program daerah, maupun nasional.
”Dengan kebijakan tersebut, diharapkan bisa menyisir KPM yang berdaya dan dapat keluar dari angka kemiskinan. Sehingga, program prioritas daerah ini benar-benar menyasar KPM yang sesuai kriteria,” tandas Agus.(fin)
Stiker Keluarga Miskin di 12 Desa Sekitar Migas Blok Cepu Terpasang Serentak





