SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram (KG) di Bojonegoro, Jawa Timur mengalami kekosongan stok. Pertamina Patra Niaga mengeklaim cuaca buruk di alur pelayaran Jawa menjadi penyebab distribusi LPG terhambat.
Karena kondisi tersebut menyebabkan agen gas melon di wilayah Bojonegoro telat mengirim LPG ke beberapa pangkalan.
Salah satu pemilik pangkalan di Kecamatan Kapas, berinsial K, mengungkapkan, kekosongan gas LPG 3 Kg sudah terjadi beberapa hari terakhir ini. Dari agen belum mengirim stok LPG meski sudah jadwalnya dikirim.
“Kirimnya telat, kemarin dikirim tapi tidak sesuai dengan jumlah kuota di pangkalan,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah pangkalan di Kecamatan Balen, Sugihwaras, Sumberejo. LPG 3 Kg mengalami keterlambatan kiriman dari agen.
“Harusnya di pangkalan saya dikirim dari agen hari Kamis, namun dikirim Sabtu pagi tadi sehingga telat,” ucap pemilik pangkalan, B.
Dia mengungkapkan, sejumlah pelanggan mengeluhkan terkait keterlambatan pengiriman LPG. Akibatnya aktivitas sehari-hari seperti memasak terhambat.
“Termasuk juga pengusaha kecil di desa, seperti usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga mengeluhkan LPG yang kosong,” jelasnya.
Pemilik toko kelontong di Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo, Mbak Is mengatakan, sudah seminggu tidak mendapat kiriman LPG 3 kilogram dari pangkalan.
“Tadi sudah menghubungi pangakalan, katanya masih kosong. Biasanya langsung diantar, tapi ini kosong,” terangnya.
Menanggapi itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, gangguan distribusi disebabkan cuaca buruk di alur pelayaran Jawa yang menghambat pergerakan kapal pengangkut LPG.
Dampaknya pengiriman dari agen menuju pangkalan terhambat dan mengalami keterlambatan. Sehingga stok di sejumlah pangkalan wilayah Bojonegoro mengalami kekosongan.
“Kami akan segera melakukan percepatan pemulihan pasokan LPG,” katanya, Minggu (18/1/2026).
Dia mengatakan Pertamina Patra niaga bakal mengatur distribusi LPG agar tetap menyalurkan rata-rata 50 persen dari volume harian normal dari SPBE ke agen hingga pangkalan. Langkah untuk menjaga ketersediaan LPG tetap merata di masyarakat.
“Kami optimistis kondisi akan segera membaik dan distribusi LPG kembali berjalan normal dalam waktu dekat,” ujar Ahad.
Ahad mengungkapkan, kapal pengangkut LPG telah sandar di Terminal LPG Perak pada dini hari Jumat (16/1/2026) dengan membawa muatan LPG. Nantinya akan segera didistribusikan ke seluruh SPBE, agen, dan pangkalan di wilayah terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan membeli LPG dengan wajar. Karena kebutuhan atau kuota masih tercukupi,” ungkapnya.(jk)





