SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) – PT Pertamina EP Sukowati Field sebagai bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina menjalankan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
Program Gayatri merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2025 yang dirancang untuk mendorong penguatan ekonomi keluarga penerima manfaat (KPM) melalui usaha produktif berbasis peternakan ayam petelur.
IDFoS Indonesia sebagai pendamping program Gayatri di sejumlah desa penghasil migas dan ring satu sekitar Lapangan Migas Pertamina EP Sukowati Field memaparkan selayang pandang program tersebut dalam suatu forum.
Forum pemaparan ikhtiar Program Gayatri 2025 itu turut dihadiri perwakilan Manajemen Pertamina EP Sukowati Field, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para kepala desa sasaran PPM, dan keluarga penerima manfaat.

Manajer Program IDFoS Indonesia, Sunariyo, mengatakan, Program Gayatri disusun sebagai model intervensi sosial yang terintegrasi, mulai dari perencanaan, penetapan sasaran, hingga pendampingan berkelanjutan ditingkat desa.
“Gayatri bukan sekadar program bantuan, tetapi upaya membangun ekosistem pemberdayaan. Ada proses koordinasi, verifikasi lapangan, penguatan kapasitas, hingga monitoring agar manfaatnya benar-benar dirasakan KPM,” kata Sunariyo.
Pada tahap awal, pelaksanaan program diawali dengan koordinasi dan sosialisasi bersama pemerintah desa untuk memastikan dukungan dan kesesuaian sasaran. Selanjutnya dilakukan verifikasi lapangan guna memperoleh data kondisi keluarga calon KPM sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat program.
Setelah penetapan KPM, program dilanjutkan dengan pengadaan dan distribusi bantuan sarana usaha peternakan ayam petelur. Bantuan tersebut meliputi kandang sistem baterai, pullet usia siap produksi, pakan, obat dan vitamin, serta pendampingan teknis selama beberapa bulan.
Pendekatan pendampingan menjadi elemen penting dalam Program Gayatri. Selain kunjungan langsung ke lokasi budidaya, ruang konsultasi daring juga turut diakomodir untuk membantu KPM menghadapi kendala teknis di lapangan. Tujuannya agar KPM tidak berjalan sendiri dan memiliki akses terhadap solusi ketika menghadapi persoalan budidaya.

Program Gayatri menjangkau KPM di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, antara lain Desa Sambiroto dan Ngampel di Kecamatan Kapas, Desa Campurejo di Kecamatan Bojonegoro, Desa Bondol di Kecamatan Ngambon, serta Desa Sidomukti di Kecamatan Kepohbaru.
Seiring pelaksanaan program, hasil awal mulai terlihat dengan berjalannya produksi telur dari unit usaha KPM. Di sisi lain, peningkatan pemahaman KPM terhadap perawatan dan pengelolaan ayam petelur juga menjadi capaian nonfisik yang dinilai penting.
Meski demikian, pelaksanaan program tidak lepas dari tantangan, seperti fluktuasi harga bibit ayam, faktor cuaca ekstrem, serta keterbatasan pengalaman sebagian KPM dalam manajemen usaha ternak. Sinergi antar-stakeholder, pendampingan berkelanjutan, dan monitoring rutin adalah kunci agar program pemberdayaan seperti Gayatri dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Melalui Program Gayatri, Pertamina EP Sukowati Field berharap dapat menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, mengucapkan terima kasih atas penyampaian informasi terkini perihal Gayatri yang berasal dari pendamping PPM. Dengan begitu progres Gayatri bersumber dari dana di luar APBD Bojonegoro juga dapat diketahui.
”Karena perkembangan populasi, produksi, pada Gayatri ini penting diketahui agar kami dari dinas peternakan dapat memberikan langkah-langkah tindak lanjut ketika pendampingan di lapangan,” ucapnya.
Terpisah, Manager Pertamina EP Sukowati Field, Arif Rahman Hakim menyatakan, bahwa pada prinsipnya program Gayatri bagian dari PPM Pertamina EP Sukowati Field merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang ada di tengah-tengah masyarakat Bojonegoro untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
”Partisipasi atas program Pemkab Bojonegoro ini diikuti oleh Pertamina EP Sukowati Field Zona 11, alhamdulillah pada 2025 Program Gayatri bisa terlaksana dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kita semoga kolaborasi positif dengan Pemkab Bojonegoro dapat terus terjalin,” tandasnya.(fin)




