Dua Bocah Kembar Tenggelam di Sungai Pacal Bojonegoro

Tenggelam di sungai pacal
BPBD Bojonegoro memberikan bantuan kepada keluarga bocah korban tenggelam di Sungai Pacal.(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro  – Dua bocah kembar berusia empat tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Pacal, Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (30/1/2026) siang.

‎Kedua korban diketahui bernama Rendy Wijaya dan Rindy Wijaya, warga Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Belun. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat keduanya bermain di tepi sungai.

‎Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, berdasarkan keterangan pemerintah desa setempat, kedua korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat bermain di sekitar aliran Sungai Pacal.

‎“Dua korban yang masih anak-anak itu sedang bermain di tepi sungai. Diduga terpeleset lalu terbawa arus,” kata Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com.

‎Heru menyebutkan, warga sekitar langsung melakukan upaya pencarian setelah kejadian. Sekitar pukul 12.15 WIB, korban pertama berhasil ditemukan, disusul korban kedua pada pukul 12.30 WIB. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

‎BPBD Bojonegoro menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 11.10 WIB. Personel BPBD langsung menuju lokasi sekitar pukul 12.10 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 12.35 WIB.

‎“Setibanya di lokasi, petugas BPBD melakukan asesmen kejadian dan mendampingi keluarga korban di rumah duka,” tambahnya.

‎Sebagai bentuk kepedulian, BPBD Kabupaten Bojonegoro juga menyalurkan bantuan kepada keluarga korban berupa dua paket sembako.

‎”Saat ini, kedua jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga dan sedang dalam proses pemakaman,” beber Heru Wicaksi.

‎Penanganan kejadian tersebut, melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD Bojonegoro, TNI, Polri, Pemerintah Desa Belun, Satpol PP Kecamatan Temayang, serta masyarakat setempat.

‎”Terkait kejadian ini kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terlebih saat debit air meningkat,” tegas Heru.(fin)

Pos terkait