Launching Buku Kiprah Para Kiai MWC NU Baureno-Bojonegoro, Jadi Bacaan Sejarah Lokal Hasil Riset 1 Tahun

Launching buku para kyai MWCNU.
Launching Buku Kiprah Para Kiai MWC NU Baureno-Bojonegoro karya Nono Warnono bertema Nahdlatul Ulama Era Digital: Kiprah PC NU Bojonegoro dan MWC NU Baureno dalam Perspektif Sejarah.

SuaraBanyuurip.com – Pengurus MWC NU Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar launching buku berjudul “Nahdlatul Ulama Era Digital: Kiprah PC NU Bojonegoro dan MWC NU Baureno dalam Perspektif Sejarah” karya H. Nono Warnono. Kegiatan ini digelar di Aula Graha MWC NU Baureno, Sabtu (14/2/2026).

Buku ini merupakan hasil riset lapangan yang dilakukan Nono Warnono yang juga menjadi Ketua LTN MWC NU Baureno. Dalam buku ini, penulis menjelaskan secara detail biografi dan kiprah para ketua MWC NU atau sesepuh NU Baureno mulai dari KH Cholil (Mbah Cholil) hingga Kiai Arinal Haq (2024-2029).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PC NU Bojonegoro KH M Saifur Rochmah, Ketua Tanfidhiyah PC NU Bojonegoro dr H Kholid Ubed, Rais Syuriyah MWC NU Baureno KH. Ishomuddin Naufal Azis, Ketua Tanfidziyah MWC NU Baureno Kiai Arinal Haq, serta perwakilan dari Muslimat, Fatayat, Ansor, serta lembaga-lembaga NU lainnya. Kegiatan launching buku sendiri merupakan satu rangkaian dalam acara grand opening Pusat Oleh-Oleh milik MWC NU Baureno.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidhiyah PC NU Bojonegoro, dr H Kholid Ubed mengucapkan selamat kepada H. Nono Warnono yang telah selesai merampungkan bukunya.

“Pak Nono ini sudah memberikan bahan kepada kita, tinggal kita bisa apa tidak menjadikannya bekal untuk merencanakan masa depan,” tuturnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang bisa menjadikan seseorang itu berhasil. Yakni sumber daya, contoh masa lalu, dan punya rencana masa depan. Buku NU Era Digital ini merupakan cerita contoh masa lalu yang bisa dibuka oleh siapapun. Nantinya, buku ini bisa jadi bahan merencanakan masa depan.

“Seseorang yang tidak mau melihat masa lalu, tidak mau merencanakan masa depan, maka dia tidak akan berhasil,” tegasnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah MWC NU Baureno, KH. Ishomuddin Naufal Azis menambahkan, dalam buku karya H Nono Warnono ini terkandung di dalamnya cerita biografi para masyayikh NU Baureno.

“Buku ini berisi sejarah yang bisa jadi refleksi untuk melangkah ke depan,” tuturnya.

Dalam acara launching buku terbarunya ini, H Nono Warnono menjelaskan bahwa menulis adalah tradisi para ulama intelektual. Semua cerita akan hilang, tapi karya buku akan selalu dibincang sepanjang masa. Nono Warnono yang juga dikenal sebagai sastrawan bahasa jawa ini mencontohkan kitab Ihya Ulumuddin, Al-Hikam dan kitab-kitab lain, hingga kini masih banyak dikaji oleh para santri hingga kini.

Buku ini, lanjut Nono, ditulisnya selama setahun. Ia dibantu oleh beberapa orang pengurus LTN MWC NU Baureno. Guna mewujudkan buku ini, penulis mewawancari banyak narasumber sebagai proses verifikasi data. Sehingga, buku ini akan menjadi bacaan yang bernilai bagi generasi sekarang dan masa depan.

“Harapan saya, buku ini bisa menjadi bahan pelajaran bagi generasi kini. Semoga buku ini bisa menjadi bahan literasi agar anak-anak kita suka membaca dan menulis,” terangnya.

Dalam buku tersebut, disebutkan para tokoh sekaligus ketua MWC NU Baureno. Yakni Mbah Cholil Baureno, KH Anwar Jasri (1963-1974), Habib Zen Al-Jupri, KH Abdul Wahid Basyar (1974-1993), Kiai Abdullah, Kiai Mudjahid Malik (1993- 1998), Kiai Syukri Gowok Lebaksari (1998-2003), Kiai Mohamad Syukri Sraturejo, KH Abu Darda’, KH Agoes Chamzah AN (2003-2018), Kiai Abd. Rohman (2018-2023), Kiai Arinal Haq (2024-2029).(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait