Jelang Ramadan, Lapas Bojonegoro Gelar Razia: Pastikan Tidak Ditemukan Narkoba

Lapas Bojonegoro
Sejumlah personel gabungan saat melakukan penggeledahan ke blok hunian WBP Lapas Bojonegoro.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bojonegoro menggelar apel siaga sekaligus razia kamar hunian warga binaan menjelang Bulan Suci Ramadan. Dalam penggeledahan pada Rabu (18/2/206) sore tersebut, petugas memastikan tidak ditemukan narkoba.

‎Apel siaga dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, dan diikuti seluruh petugas lapas bersama aparat penegak hukum (APH), yakni perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, Polres Bojonegoro, serta Satbrimob Polda Jawa Timur.

‎Kegiatan ini menjadi bentuk penguatan sinergitas antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Usai apel, razia dilaksanakan di tiga blok hunian, yakni Blok A, B, dan D.

‎Penggeledahan dipimpin langsung oleh Kalapas Hari Winarca bersama KPLP Muhammad Setiawan dan jajaran petugas, dengan sasaran Blok A kamar 1, 5, dan 8; Blok B kamar 6 dan 7; serta Blok D kamar 3.

‎Hari Winarca menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta petunjuk harian dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, juga arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur.

‎“Tidak ada narkoba ditemukan dalam penggeledahan,” kata Hari Winarca kepada Suarabanyuurip.com dalam wawancara usai razia.

Baca Juga :   Jembatan Jalan Nasional Ambrol, Berlakukan Sistem Buka Tutup
Lapas Bojonegoro
Kalapas Bojonegoro Hari Winarca (ke dua dari kiri) sedang menjelaskan barang sitaan hasil penggeledahan di tiga blok hunian.(arifin jauhari)

‎Dari hasil razia, petugas menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi membahayakan dan tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut antara lain tujuh paku, dua kawat besi, dua pencabut rambut, dua sendok berbahan stainless, 13 alat pencukur rambut, tiga gunting kuku, satu korek api gas, dua set kartu remi, serta tujuh batu baterai.

‎Seluruh barang temuan telah diinventarisasi dan diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Penggeledahan dilakukan secara humanis, profesional, dan sesuai standar operasional prosedur. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

‎Saat ini, jumlah penghuni Lapas Kelas IIA Bojonegoro tercatat sebanyak 538 orang, terdiri atas 64 tahanan dan 474 narapidana. Dari jumlah tahanan tersebut, 61 pria dan tiga wanita, sedangkan narapidana terdiri atas 466 pria dan delapan wanita.

‎Menurut Hari, penggeledahan dilakukan dalam dua pola, yakni rutin dan insidentil, dengan intensitas razia insidentil yang lebih ditingkatkan.

‎“Mudah-mudahan ke depan tidak ada sesuatu masalah sehingga warga binaan dapat menjalani ibadah bulan suci dengan baik,” tegasnya.

‎Ia menambahkan, melalui apel siaga ini pihaknya memperkuat komitmen bersama serta sinergi dengan TNI dan Polri agar pelaksanaan tugas pengamanan berjalan optimal, sehingga suasana Ramadhan berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.(fin)

Pos terkait