SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Target Dividen (laba) enam Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 2026 sebesar Rp 107 miliar. Target tersebut menurun dibanding 2025 lalu sebesar Rp 133,1 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Yusnita Liasari mengatakan, terdapat enam BUMD Bojonegoro yang wajib menyetorkan dividen ke rekening kas umum daerah (RKUD) tahun 2026 ini.
“Setoran dividen dari BUMD, otomatis menambah besaran PAD Bojonegoro,” katanya, Kamis (19/2/2026).
Yusnita menjelaskan, enam BUMD Bojonegoro setiap tahun dipasang target di APBD dan di P-APBD apabila ada perubahan. Namun target dividen sejumlah BUMD Bojonegoro mengalami penurunan di APBD 2026.
Seperti BPR Jatim dari Rp 472,8 juta menjadi Rp 472,3 juta; PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dari target Rp 100 miliar turun menjadi Rp 72,8 miliar; PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dari target Rp 1,2 miliar menjadi Rp 736 juta; dan PDAM semula Rp 3,1 miliar jadi Rp 3 miliar.
“Data tersebut berdasar APBD tahun 2025 dan 2026,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Kemudian, target dividen yang mengalami kenaikan meliputi Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur dari Rp 16 miliar naik menjadi Rp 16,3 miliar; Bank Perkreditan Rakyat (BPR) targetnya Rp 12,2 miliar naik menjadi Rp 13,5 miliar. Namun nominal ini diperkirakan bisa berubah karena sejumlah BUMD belum melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Untuk PT ADS, dividen turun imbas harga minyak dunia turun,” terangnya.
Direktur Utama PT BBS, Moh Nur Faqih saat dikonfirmasi masih belum memberikan tanggapan terkait target dividen 2026 yang mengalami penurunan.
Sementara Direktur Utama PT ADS, Muhammad Kundori mengaku belum melaksanakan RUPS.
“Kami belum RUPS, saat ini masih finalisasi audit Besok saya jelaskan kalau sudah di Bojonegoro,” terangnya.(jk)





