SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Target setoran dividen (laba) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) pada tahun 2026 ini mengalami penurunan. PT BBS dari target Rp 1,2 miliar turun menjadi Rp 736 juta, sementara PT ADS dari target Rp 100 miliar turun menjadi Rp 72,8 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto mengatakan, target dividen masih bersifat sementara, karena PT BBS dan ADS belum melakukan rapat umum pemegang saham (RUPS).
“Turunnya penyesuaian surat dari Kemenkeu No. S-/PK/2025 juga menjadi pengaruh kenapa target dividen Pemkab Bojonegoro turun,” ujar Sigit.
Menurutnya, meski target dividen 2026 PT ADS dan BBS turun, namun dipastikan bakal berubah karena masih bersifat sementara. Apalagi kedua perusahaan tersebut masih belum menggelar RUPS perdana pada tahun ini.
“Artinya masih berpotensi target dividen seperti tahun 2025, atau bahkan naik karena belum final. Namun juga tergantung harga minyak dunia,” jelas Sigit, Jumat (20/2/2026).
Kepala Bapenda Bojonegoro Yusnita Liasari mengatakan, terdapat enam BUMD Bojonegoro yang wajib menyetorkan dividen (keuntungan) ke rekening kas umum daerah (RKUD) tahun 2026 ini.
“Setoran dividen dari BUMD, otomatis menambah besaran PAD Bojonegoro,” katanya.
Dia mengatakan, enam BUMD setiap tahun dipasang target di APBD dan di P-APBD apabila ada perubahan. Namun target dividen sejumlah BUMD Bojonegoro mengalami penurunan di APBD 2026. Seperti BPR Jatim dari Rp 472,8 juta menjadi Rp 472,3 juta; PT ADS dari target Rp 100 miliar turun menjadi Rp 72,8 miliar; PT BBS dari target Rp 1,2 miliar turun menjadi Rp 736 juta; dan PDAM semula Rp 3,1 miliar turun menjadi Rp 3 miliar.
“Data tersebut berdasar APBD tahun 2025 dan 2026,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Kemudian, target dividen yang mengalami kenaikan meliputi Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur dari Rp 16 miliar naik menjadi Rp 16,3 miliar; Bank Perkreditan Rakyat (BPR) targetnya Rp 12,2 miliar naik menjadi Rp 13,5 miliar. Namun nominal ini diperkirakan bisa berubah karena sejumlah BUMD belum melakukan RUPS.
“Untuk PT ADS, dividen turun imbas harga minyak dunia turun,” terangnya.(jk)





