RSUD Temayang Tunggu Izin Operasi, 12 Dokter Spesialis Siap Ditugaskan

RSUD Temayang.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahonono dan Wakil Bupati Nurul Azizah didampingi Ketua Komisi C DPRD, Ahmad Supriyanyo, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiyati dan sejumlah pejabat meninjau salah satu ruangan RSUD Temayang usai soft opening.

SuaraBanyuurip.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, siap beroperasi. Sebanyak 12 dokter spesialis dan 60 tenaga kesehatan telah disiapkan bertugas di rumah sakit tipe C tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan, RSUD Temayang hanya tinggal menunggu izin operasi. Dokter spesialis dan tenaga kesehatan baik perawat maupun bidan telah siap ditugaskan.

“Setelah soft opening Kamis, 18 Desember 2025 kemarin, saat ini kita sedang proses mendapatan izin operasional,” kata Ninik saat menjadi narasumber di podcast Dewan Jegrank.

Mantan Direktur RSUD Padangan itu menjelaskan, belum lama ini Dinas Kesehatan Provinsi dan perhimpunan rumah sakit seluruh Indonesia Jatim telah melakukak visitasi di RSUD Temayang. Dari hasil visitasi masih ada beberapa catatan yang harus disesuaikan. Di antaranya alur atau rute kedatangan dan keluar pasien.

“Setelah hasil evaluasi itu kita sesuaikan dan kami laporkan, kemudian keluar rekomendasi. Dan hasil rekomen itu kami laporkan ke DPMTSP kemudian keluarlah izin operasi RSUD Temayang,” jelas Ninik.

Menurut Ninik, operasional RSUD Temayang tidak hanya dibutuhkan sarana prasarana. Terpenting kesiapan sumber daya manusianya (SDM). Baik dokter spesialis, perawat, bidan, dan administrasi.

“Untuk RSUD Tipe C ini dibutuhkan 120 nakes. Saat ini sudah ada 12 dokter spesialis yang siap bergabung. Jadi, RSUD Temayang aman, hanya tinggal menunggu izin operasinya,” tuturnya.

Baca Juga :   137 Sumur Minyak Tua Wonocolo Menghasilkan 200 BOPD

Nini mengungkapkan, RSUD Temayang bertipe C membutuhkan 120 nakes. Dari jumlah itu baru mendapatkan 60 nakes. Hal ini disebabkan karena terbentur aturan tidak diperbolehkannya merekrut tenaga non aparatur sipil negara (ASN).

“Sehingga kami hanya bisa merotasi nakes yang ada di 35 puskesmas dan 4 RSUD yang ada saat ini. Itu pun kami baru memperoleh 60 nakes. Ini sudah kami ratakan dari semua jenis nakes agar bisa terpenuhi,” bebernya.

Ninii berharap keberadaan RSUD Temayang bertipe C diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah selatan Bojonegoro. Seperti masyarakat Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang, Bubulan, dan Sugihwaras. Sebab mereka selama ini banyak memanfaatkan pelayanan kesehatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo yang berada di perkotaan untuk penyakit yang tidak bisa ditangani di puskesmas.

“Ini akan semakin memudahkan akses masyarakat di wilayah selatan mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Sebagai informasi, RSUD Temayang memiliki luas lahan 23.500 meter persegi dengan gedung berlantai 3 seluas 8.146 meter persegi. Ada 100 kamar di RSUD Temayang, terdiri dari ruang rawat inap VIP 7 kamar, kelas I 4 kamar dengan 8 tempat tidur, kelas II masing-masing ruang 3 tempat tidur dengan total 34 tempat tidur, kelas III 8 kamar masing-masing 4 tempat tidur, ICU 8 tempat tidur, NICU 2 tempat tidur, ruang IGD, dan kamar operasi.

Baca Juga :   Fraksi Demokrat Ingatkan Jangan Perkaya Diri Sendiri

“Untuk tempat tidurnya kami sebagian meminjam dari RSUD Kalitidu yang sebelumnya akan dipakai rumah sakit khusus onkoligi tapi nggak jadi,” pungkas Ninik.

RSUD Temayang juga memiliki fasilitas penunjang seperti instalasi farmasi, laboratorium, radiologi dengan alat CT scan serta pelayanan di instalasi gizi.

RSUD Temayang juga mempunyai lima layanan spesialis utama yaitu spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis obgyn, dan spesialis mata.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat soft opening RSUD Temayang menegaskan, rumah sakit merupakan suatu kebutuhan utama dalam hal kesehatan terutama di wilayah selatan Bojonegoro. Dengan adanya RSUD Temayang ini diharapkan pelayanan kesehatan lebih baik lagi sehingga tidak perlu pergi jauh ke Bojonegoro pusat karena sudah mudah diakses.

“Terimakasih untuk semua pihak telah mendukung hingga bisa beroperasi. Rumah sakit itu bukan hanya tempat untuk berobat tetapi juga untuk tempat menghadirkan harapan dan kepedulian bagi masyarakat yang sakit yang ingin sembuh,” ungkap Bupati Wahono.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait