SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Polemik panjang tentang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terkesan belum berakhir. Sejak pembebasan lahan, pembangunan, hingga kini tentang waktu operasional yang dinilai terlambat.
Untuk itu Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta agar RSUD Temayang segera membuka layanan. Sebab saat ini dianggap sudah terlambat dalam memberikan manfaat ke masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengatakan, pihaknya menyoroti keterlambatan operasional rumah sakit yang hingga kini belum berjalan, meski pembangunan fisik telah selesai dan anggaran besar telah dialokasikan oleh pemerintah daerah.
”Saya sudah sidak (inspeksi mendadak) ke RSUD Temayang, karena prihatin atas lambannya proses operasional RSUD Temayang. Ini menjadi perhatian serius kami karena sudah menyangkut kepentingan masyarakat luas di wilayah selatan Bojonegoro,” katanya kepada Suarabanyuurip.com via sambungan telepon, Sabtu (8/11/2025).
”Kami sudah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk urusan kesehatan wilayah selatan. Tapi sampai saat ini kan belum jalan, sementara masyarakat sudah menunggu kapan ini bisa beroperasi,” lanjut Politikus Muda Partai Golkar ini.
Selain sidak, kata Ahmad Supriyanto, dalam rapat bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) sebelumnya, Bupati Setyo Wahono, telah menyampaikan bahwa masyarakat berharap RSUD Temayang bisa beroperasi pada akhir tahun 2025.
Namun, ketika sidak dan melihat kondisi di lapangan saat ini, pria sukses di dunia politik yang tak pernah malu mengakui sebagai putra pedagang sayur terong itu mempertanyakan keseriusan pihak terkait dalam percepatan penyelesaian izin dan operasional RSUD Temayang.
“Mungkin teman-teman punya logika lagi nggak, dengan kondisi seperti ini? Padahal untuk percepatan, Dinas Kesehatan maupun Cipta Karya pada saat penganggaran sudah kami setujui dengan harapan bisa cepat operasi,” imbuhnya mempertanyakan.
Apalagi, kata dia, Komisi C tidak pernah menghambat penganggaran untuk sektor kesehatan, bahkan ketika sempat terjadi efisiensi, pihaknya tetap mendukung pengembalian anggaran agar pembangunan RSUD Temayang dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mas Pri menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan efisiensi dalam urusan kesehatan, dengan tujuan agar segera bisa dirasakan manfaatnya. Maka ia sangat menyayangkan saat melihat kenyataan ketika tidak dilakukan efisiensi anggaran pun kondisinya masih sama.
”Oke kami bicara soal izin, tapi kan bukan baru kali ini. Satu tahun yang lalu kami sudah menanyakan itu, dan ketika kami sidak lagi, kondisinya masih seperti yang dulu,” tandasnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kandinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, memilih bungkam. Hingga berita ini ditayang, mantan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bojonegoro ini tidak memberikan tanggapan kepada Suarabanyuurip.com.(fin)
Terlambat Operasional, DPRD Bojonegoro Minta RSUD Temayang Segera Buka Layanan




