SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, terus mendorong peningkatan kualitas program kegiatan melalui evaluasi terbuka. Untuk itu Komandan Kodim (Dandim) setempat menegaskan pentingnya masukan dari berbagai pihak sebagai bahan perbaikan ke depan.
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto mengatakan, bahwa pihaknya berkomitmen dalam meningkatkan efektivitas program kegiatan dengan membuka ruang evaluasi secara menyeluruh.
Dandim kelahiran asli Bojonegoro ini menegaskan, bahwa setiap program yang telah berjalan perlu dikaji ulang agar lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Maka, ia berharap adanya saran dan masukan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, guna menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program ke depan.
“Evaluasi ini penting agar program yang sudah berjalan bisa diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya,” katanya dalam konferensi pers di aula Makodim Bojonegoro, Jumat (03/04/2026).
Alumnus SMA Negeri 2 Bojonegoro tahun 2001 ini melanjutkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelaksanaan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, Kodim membuka diri terhadap kritik konstruktif demi penyempurnaan kegiatan.
Langkah ini, kata dia, juga menjadi bagian dari upaya Kodim dalam memperkuat sinergi dengan berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, agar program yang dijalankan selaras dengan kebutuhan di lapangan.
Sejumlah program disampaikan, antara lain pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program nasional ini ditujukan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, pembangunan KDKMP tercatat tersebar di 158 lokasi, dengan 73 di antaranya telah selesai 100 persen. Ke depan, koperasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu berjalan secara operasional sebagai pusat perekonomian masyarakat.
”KDKMP di Bojonegoro juga telah menerima distribusi kendaraan operasional berupa 52 unit truk dan pickup,” ujarnya.
Selain itu, Kodim 0813 Bojonegoro juga menjalankan program pembangunan jembatan yang difokuskan untuk membuka akses masyarakat di wilayah pelosok. Pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat.
Dandim pun meminta peran aktif awak media untuk memberikan informasi apabila masih terdapat jembatan yang belum tersentuh pembangunan. Program lain yang turut menjadi perhatian adalah penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam hal ini, Kodim berharap adanya sinergi dengan media massa untuk menyampaikan informasi terkait wilayah yang mengalami kesulitan akses air bersih, sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Letkol Dedy, begitu ia karib disapa, juga menyinggung evaluasi terhadap pembangunan KDKMP, termasuk insiden robohnya atap salah satu gerai di Desa Padang, Kecamatan Trucuk. Kejadian tersebut telah dilakukan evaluasi, pengawasan, serta perbaikan.
”Sejak awal pembangunan KDKMP dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat, sehingga kualitas sumber daya manusia di lapangan menjadi salah satu faktor yang perlu terus ditingkatkan,” tandasnya.(fin)
Kodim Bojonegoro Buka Ruang Evaluasi Terbuka, Harap Masukan Perbaikan Program





