Proyek Kilang Mini LNG akan Dibangun di Bojonegoro, Ini Peluang Kerja yang Dibutuhkan

Kilang Mini LNG Bojonegoro.
FOTO ILUSTRASI: Kilang mini LNG yang dioperasikan KIJA di Pasuruan, Jawa Timur.(dok. Jababeka)

SuaraBanyuurip.com – Rencana proyek pembangunan kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan akan menciptakan peluang kerja dan usaha bagi warga sekitar. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di proyek tersebut diperkirakan mencapai 120 orang.

Kilang mini LNG di Desa Sudu nantinya diperkirakan tidak berbeda jauh dengan kilang mini LNG yang dibangun PT. Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Kilang Mini LNG PT. Liquid Nusantara Gas dibangun di atas lahan seluas satu hektar dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar. Proyek ini telah menyerap sekitar 120 tenaga kerja lokal. Kilang ini memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari, atau hampir 7.000 ton per tahun.

Rencana proyek kilang mini LNG di Desa Sudu telah membebaskan lahan seluas 1,7 hektar. Harganya Rp 1 juta per meter persegi (M2).

Proyek kilang mini LNG di Desa Sudu dipastikan akan membuka peluang kerja dan usaha saat konstruksi berlangsung hingga beroperasi. Kebutuhan tenaga kerja saat konstruksi berlangsung mulai dari tenaga kerja kasar, keamanan hingga pekerja terampil sesuai bidangnya.

Seperti tenaga teknis dan engineering (teknik) seperti teknik kimia, mesin, elektro, sipil, instrumentasi, dan walder. Kemudian tenaga operator LNG yang bertanggung jawab menjalankan unit proses pencairan gas.

Baca Juga :   Proyek Banyuurip Berakhir, Rumah Kontrakan Mulai Sepi

Kebutuhan tenaga technical superintendent/engineer untuk pengawasan teknis operasional kilang, tenaga process engineer untuk mengoptimalkan proses produksi LNG, tenaga Instrument & Control Engineer yang bertugas pengelola sistem kontrol otomatis di ruang kendali, dan tenaga Mechanical dan maintenance technician bertugas perawatan mesin dan peralatan kilang.

Selain itu sejumlah tenaga kerja juga akan dibutuhkan saat konnstruksi dan proyek kilang mini LNG dimulai. Diantaranya project engineer atau manager yang bertugas mengelola jalannya proyek pembangunan kilang, Quantity Surveyor bertugas menghitung kebutuhan biaya dan material proyek, dan QA/QC inspector bertugas memastikan kualitas konstruksi sesuai standar keamanan.

Kemudian peluang kerja di bidang operasional dan logistik meliputi supply chain/procurement Analyst untuk pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan operasional, logistik dan gudang bertugas mengelola pengiriman dan penyimpanan material, dan operator alat berat pada tahap konstruksi.

Peluang kerja lainnya yakni bidang HSE (Health, Safety, and Environment), administrasi, pemasaran dan penjualan.

Kepala Desa Sudu, Abdul Manan berahap investor maupun kontraktor pelaksana proyek kilang mini LNG nantinya memaksimalkan keterlibatkan warga lokal. Baik dalam perkrutan tenaga kerja maupun pemberian peluang usaha.

“Dengan begitu bisa mengurangi pengangguran dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga di sini,” tegas Manan.

Baca Juga :   MSTPM Rangkul Kades di Jalur Pipa Blok Cepu

Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Erni Wahyuni mengatakan, belum ada investor yang berkoordinasi terkait rencana pembangunan kilang mini LNG di Desa Sudu.

“Sampai saat ini belum ada yang kekantor terkait kepeminatan dan pangajuan perizinannya,” timpal Erni.

Erni menjelaskan, perizinan usaha pertambangan, seperti pengolahan gas ditangani oleh pemerintah provinsi dan pusat karena berkaitan kategori risiko usaha yang akan dijalankan. Termasuk titik koordinat lahan sawah dilindungi (LSD).

“Izin pemakaian LSD bisa diterbitkan jika untuk investasi, atau di lokasi itu sudah ada bangunannya sebelum ditetapkan sebagai LSD. Tapi itu yang nentukan pusat,” tuturnya.

Sedangkan di tingkat daerah, lanjut Erni, DPMPTSP Bojonegoro hanya mengurusi masalah persetujuan bangunan gedung (PBG), dan penyesuaian lokasi sesuai tata ruang wilayah.

Erni berharap investor yang berencana membangun kilang mini LNG di Sudu untuk berkoordinasi dengan DPMPTSP agar bisa membantu memberikan informasi terkait tata ruang wilayah yang diperuntukan industri dan perizinan yang harus dilengkapi di tingkat daerah.

“Sehingga kami bisa membantu mengawalnya. Pada prinsipnya kami sangat terbuka kepada semua investor yang ingin berinvestasi di Bojonegoro sepanjang mematuhi aturan yang berlaku,” pungkasnya.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait