SuaraBanyuurip.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, berharap kepada pemerintah kabupaten (pemkab) memprioritaskan pelebaran jalan poros utama kecamatan (PUK) Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Sebab wilayah ini menjadi penyumbang terbesar APBD Bojonegoro dari dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas), dan penopang 30 persen kebutuhan energi nasional
Jalan PUK Sumengko-Bandungrejo melewati sejumlah desa di Kecamatan Gayam. Jalan tersebut sekarang ini lebarnya hanya 5 meter. Padahal jalan ini menjadi jalur utama kendaraan proyek menuju lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan Lapangan Gas Jambaran-Tiunh Biru (J-TB).
Ketua Fraksi PKB DPRD Bojonegoro, M. Suparno menegaskan, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di Bojonegoro. Alasannya, jalan tersebut berada di wilayah kawasan ring satu lapangan minyak Banyu Urip dan lapangan Gas JTB. Kedua sumber daya alam tersebut selama ini menjadi penyokong APBD Bojonegoro dari DBH Migas, dan berkontribusi besar terhadap 30 persen ketahanan energi nasional.
“Jadi sudah seharusnya ini diprioritaskan. Pendapatan APBD Bojonegoro sekarang ini terbesar disumbang dari sini,” tegas legisator yang duduk di Komisi D DPRD Bojonegoro itu.
Menurut Suparno, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo telah lama diharapkan masyarakat Desa Gayam. Sebab lebar jalan sekarang hanya 5 meter. Kondisi ini menganggu kelancaran lalu lintas, karena banyak dilewati kendaraan proyek migas.
“Dari aspirasi yang disampaikan kepala desa dan warga, mereka menginginkan agar jalan itu diperlebar. Ini menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan,” tegasnya.
“Jangan sampai masyarakat Gayam terzolimi. Sumber daya alamnya dikeruk, tapi pembangunan infrastruktur terabaikan,” lanjut Suparno kepada suarabanyuurip.com, Rabu (6/5/2025).
Sebagai Anggota DPRD Bojonegoro dari daerah pemilihan VI (Kecamatan Gayam, Purwosari, Padangan, Molo, Kasiman dan Kedewan), Suparno mengaku telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Juga kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang saat hearing.
“Saat rapat kerja kemarin juga sudah kami sampaikan, tapi katanya, pelebaran jalan Sumengko-Bandungrejo, belum menjadi prioritas. Mestinya kan nggak gitu, pemkab harus melihat bahwa Gayam ini penopang APBD Bojonegoro dan kebutuhan energi nasional. Jadi harus diprioritaskan,” tutur wakil rakyat dari Desa/Kecamatan Gayam ini.

Jalan Sumengko-Bandungrejo memiliki panjang sekitar 9 kilometer (Km). Jalan ini sudah berbentuk rigid beton. Namun lebarnya dinilai belum ideal karena menjadi jalur utama kendaraan proyek minyak Banyu Urip dan gas JTB.
“Kalau lebar lima meter sekarang ini ya belum ideal. Bisa dilihat sendiri kalau berpasasan dengan kendaran proyek, salah satu harus ada yang ngalah berhenti dulu,” sambung Kepala Desa Katur, Kecamatan Gayam, Sukono dikonfirmasi terpisah.
Menurut dia, jalan PUK Sumengko-Bandungrejo idelanya memiliki lebar 8 meter. Sehingga harus ada penambahan lebar tiga meter.
“Harusnya lebarnya menyesuaikan dari jalan yang ada. Ya minimal dilebarkan kiri dan kanan kalau bisa masing-masing 1,5 meter,” jelas kepala desa dua periode itu.
Sukono menambahkan, pelabaran jalan Sumengko-Bandungrejo ini sudah lama diharapkan warga karena akan memperlancar arus lalu-lintas dan aktivitas ekonomi.
“Bukan hanya warga, tapi juga perusahaan migas dan kontraktor proyek di sini akan nyaman dan aman kalau jalan ini dilebarkan,” pungkasnya.(red)





