Disperinaker Bojonegoro Buka Pendaftaran Pelatihan Bahasa Jepang, Ini Syaratnya

Disperinaker Bojonegoro.
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi.

SuaraBanyuurip.com – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro, Jawa Timur membuka pendaftaran pelatihan Bahasa Jepang mulai 20-30 Mei 2026. Bagi peserta yang lolos seleksi akan mengikuti program pelatihan selama tiga bulan.

Program pelatihan Bahasa Jepang ini diperuntukan bagi wanita dan laki-laki. Syaratnya, berusia 17-25 tahun, minimal lulusan SMA/SMK sederajat, memiliki tinggi badan 158 cm untuk laki-laki, dan 150 cm bagi perempuan.

Syarat lainnya tidak bertato dan bertindik bagi pria, sehat jasmani dan rohani, bersedia mengikuti seluruh proses seleksi dan pelatihan, serta berminat untuk bekerja atau magang di Jepang.

Pendaftaran pelatihan Bahasa Jepang dapat melalui https://s.id/BAHASAJEPANG2026 atau barcode yang ada di pamflet. Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui pesan WhatsApp (WA) 0823-3118-8678 atau Instagram resmi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro di @perinaker.bojonegoro/@dinperinakerbojonegoro/@bejo_bjn.

Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi mengatakan, program pelatihan ini sebagai komitmen pemerintah kabupaten meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro agar mampu bersaing dalam peluang kerja internasional, khususnya di Jepang.

Baca Juga :   Bersinergi Kampanyekan Internet Sehat

Menurut Mahmudi, minat masyarakat Bojonegoro untuk bekerja di luar negeri, terutama Jepang, terus meningkat seiring terbukanya peluang kerja yang cukup besar di berbagai perusahaan Jepang.

“Peluang kerja di Jepang masih cukup tinggi karena masih banyak perusahaan di sana yang membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia,” ujar mantan Kepala Kesbangpol Linmas Bojonegoro itu.

Pelatihan Bahasa Jepang.
Syarat program pelatihan Bahasa Jepang bagi lulusan SMA/SMK Sederajat Bojonegoro.

Mahmudi menambahkan, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan bahasa Jepang. Juga membangun disiplin, etos kerja, serta kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja di Negeri Sakura.

“Program pelatihan berlangsung selama 3 bulan sehingga lebih optimal dibanding pelatihan lainnya,” tegas mantan Sekretaris Kecamatan Kedungadem itu.

Peserta juga akan mendapatkan pendampingan hingga terserap dalam peluang kerja maupun program pemagangan di Jepang.

“Para peserta nantinya akan diseleksi agar benar-benar siap, baik secara akademis maupun fisik,” pungkas Mahmudi.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait