Disperinaker Bojonegoro Apresiasi LSP K3 Raih Naker Award 2025

LSP K3.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, memberikan penghargaan kepada Ketua Dewan Pengarah LSP K3, R. Herjuna di ajang Naker Award 2025.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kompetensi Keselamatan Kerja (K3) berhasil meraih penghargaan sertifikasi terbaik tingkat nasional di ajang Naker Award 2025.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid mengapresiasi LSP K3 karena telah membawa nama Bojonegoro di tingkat nasional. Menurutnya, prestasi ini cukup membanggakan karena salah satu sosok penting di balik gelar prestisius diraih LSP K3, yakni R. Herjuna, merupakan putra asli Bojonegoro.

“Kami ucapkan selamat dan sukses kepada LSP K3 atas diraihnya Naker Award 2025. Kebanggaan khusus kami sampaikan kepada Saudara R. Herjuna yang telah membawa nama Bojonegoro ke tingkat nasional,” katanya, Kamis (27/11/2025).

Amir mengungkapkan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia (SDM) Bojonegoro mampu bersaing dan memegang peran strategis dalam pembangunan ketenagakerjaan Indonesia. Dia berharap prestasi tersebut memotivasi generasi muda Bojonegoro untuk terus meningkatkan kompetensi, terutama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Penghargaan Naker Award 2025 diberikan dalam acara penganugerahan di Grand Ballroom JS Luwansa Hotel, Jakarta, Rabu (26/11/2025) kemarin, itu menjadi momen bersejarah, karena kategori lembaga dertifikasi profesi terbaik baru pertama kali digelar oleh Kemenaker.

Baca Juga :   PPSDM Migas Adakan Sosialisasi Peningkatkan Akuntabilitas Kerja

“Begitu kategori tersebut diperkenalkan, LSP K3 langsung berhasil meraih predikat terbaik. Sehingga ini menjadi sebuah capaian yang dinilai luar biasa,” jelas Amir.

Ketua Dewan Pengarah LSP K3, R. Herjuna, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan amanah besar untuk memperkuat budaya keselamatan kerja.

“Ini bukan sekadar piala. Ini komitmen untuk memastikan pekerja tersertifikasi benar-benar menjadi garda terdepan dalam penerapan K3,” katanya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yang sbeelimemimpin langsung penganugerahan, menyoroti pentingnya percepatan sertifikasi kompetensi.

“Baru sekitar 1,4 juta tenaga kerja di Indonesia yang telah tersertifikasi, sehingga kualitas lembaga sertifikasi menjadi sangat krusial,” terangnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait