SuaraBanyuurip.com – Serin Anindiya Harianto, pelajar asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, bisa bernafas lega karena diterima di SMA Negeri 1 Bojonegoro. Lulusan SMP Negeri 1 Bojonegoro itu diterima dari jalur domisili Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
Dari ratusan pendaftar, hanya 72 calon siswa baru yang diambil sesuai kuota jalur domisili SMAN 1 Bojonegoro. Serin berada diperingkat 55 hingga pendaftaran ditutup dan diumumkan pada Sabtu, (13/6/2026).
“Alhamdulillah bisa diterima di SMAN 1 Bojonegoro. Rasanya senang banget. Sejak SMP pinginya bisa sekolah di situ,” tutur Serin.
Serin mengaku sempat khawatir saat pemeringkatan jalur domisili dibuka secara online. Ia dan kedua orangtuanya terus memantau perkembangan melalui layar handphone.
Dari awalnya berada di urutan 20 di hari pertama pendaftaran, namanya terus merosot. Hingga diinjury time penutupan nama Serin bertahan di urutan 55.
“Deg-degan ya pasti. Tapi alhamdulillah diakhir menjelang penutupan, nama saya masih bertahan diurutan 55,” ucapnya seraya tersenyum.
Serin telah mendapat bukti diterima di SMAN 1 Bojonegoro dari jalur domisili. Gadis yang pernah mengukir prestasi panahan tingkat kabupaten saat di bangku sekolah dasar (SD) itu juga sudah melakukan daftar ulang.
Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, jumlah pagu SMA dan SMK Negeri se Kabupaten Bojonegoro sebanyak 12.060 kursi. Hingga 9 Juni 2026, tercatat sebanyak 10.945 calon murid telah mengambil PIN sebagai syarat mengikuti proses pendaftaran, sehingga secara kuantitatif daya tampung sekolah negeri di Bojonegoro masih mencukupi.
Kepala Seksi SMA-PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban, Devvy Yuniar, menjelaskan, keterisian pagu akhir, baru dapat diketahui setelah seluruh tahapan SPMB selesai dilaksanakan. Distribusi pilihan sekolah maupun program keahlian yang dipilih calon murid tidak selalu merata.
“Secara kuantitatif daya tampung masih mencukupi terhadap jumlah pengambil PIN saat ini. Namun keterisian pagu akhir baru dapat diketahui setelah seluruh tahapan SPMB selesai,” jelas Devvy.
Pelaksanaan SPMB SMA/SMK Negeri di Jawa Timur dilakukan secara online melalui sistem yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Seluruh tahapan pendaftaran dan seleksi dilaksanakan secara digital sehingga proses berjalan lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.
Ada empat jalur SPMB. Yakni Jalur Domisili SMA/SMK pendaftaran dibuka 11–12 Juni 2026 dan pengumuman dilaksanakan pada 13 Juni 2026.
Kedua, jalur Afirmasi, Jalur Mutasi Orang Tua/Wali, dan Jalur Prestasi Hasil Lomba SMA/SMK. Pendaftaranya dibuka mulai 17–18 Juni 2026, dan pengumuman dilaksanakan pada 22 Juni 2026.
Ketiga, Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA pendaftaran dibuka mulai 24–25 Juni 2026. Pengumuman dilaksanakan pada 26 Juni 2026.
Keenpat, Jalur Nilai Prestasi Akademik SMK pendaftaran dibuka pada 30 Juni–1 Juli 2026. Pengumuman dilaksanakan pada 2 Juli 2026.
Devvy mengimbau calon murid dan orang tua untuk mencermati seluruh tahapan pendaftaran. Kelengkapan dan kebenaran data yang diunggah menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kendala pada proses seleksi.
Selain itu, calon murid juga diharapkan memahami karakteristik masing-masing jalur pendaftaran sebelum menentukan pilihan sekolah. Informasi resmi terkait SPMB dapat diperoleh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Cabang Dinas Pendidikan, maupun satuan pendidikan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya atau pihak yang mengatasnamakan panitia SPMB,” ujarnya.
Menurut Devvy, calon murid juga perlu memilih sekolah secara realistis dengan mempertimbangkan ketentuan jalur yang diikuti serta peluang keterterimaan.
“Apabila masyarakat mengalami kendala selama proses pendaftaran dapat memanfaatkan helpdesk sekolah maupun posko layanan SPMB yang telah disediakan,” pesannya.(red)





