Jalan Usaha Tani 900 Meter di Desa Katur Rampung Tahap Awal, Petani Sambut Gembira

Bangun jalan usaha tani
Kades Katur, H. Sukono, bersama petani sedang di jalan usaha tani yang baru selesai dibangun tahap awal. Para petani kini lancar beraktivitas ke sawah baik berjalan kaki maupun bersepeda motor.

SuaraBanyuurip.com – Sasongko

Bojonegoro – Petani di Dusun Kebonturi, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyambut positif rampungnya pembangunan tahap awal jalan usaha tani sepanjang sekira 900 meter dengan lebar 4 meter.

‎Meski baru memasuki tahap pemerataan, jalan tersebut sudah memberikan manfaat nyata bagi petani. Akses menuju lahan pertanian yang sebelumnya harus melewati pematang sawah kini menjadi lebih mudah, baik menggunakan sepeda motor maupun berjalan kaki.

‎Salah seorang petani, Dakiran, mengaku, gembira atas pembangunan jalan usaha tani tersebut karena sangat membantu aktivitas para petani.

‎”Meski baru tahap pemerataan jalan, manfaatnya sudah dirasakan petani. Sekarang kami lebih mudah beraktivitas ke sawah. Sebelumnya harus melewati pematang sawah yang cukup menyulitkan,” ujarnya.

‎Menurut Dakiran, keberadaan jalan tersebut juga akan mempermudah masuknya alat mesin pertanian seperti combine harvester saat musim panen, sekaligus memperlancar pengangkutan hasil panen sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga.

‎”Semoga pembangunannya terus berlanjut hingga selesai sehingga akses petani semakin lancar. Terima kasih kepada Pak Kades H. Sukono yang telah mewujudkan harapan petani,” tambahnya.

‎Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Katur, H. Sukono, mengatakan, pembangunan jalan usaha tani merupakan bentuk realisasi aspirasi masyarakat untuk meningkatkan akses pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Baca Juga :   Minta BPKP Lakukan Pemeriksaan Semua BUMD di Bojonegoro

‎Dijelaskan, pembangunan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan pengurugan dan perbaikan saluran air. Selain itu, pihaknya berharap Pemerintah Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, dapat pula menyambungkan pembangunan jalan tersebut sehingga akses antardesa semakin baik.

‎”Antusiasme warga sangat luar biasa. Sebagian lahan untuk jalan ini merupakan tanah milik saya dan sebagian milik warga. Untuk tanaman yang terdampak, semuanya sudah kami ganti rugi,” kata Sukono kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (05/07/2026).

‎Kades ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu, itu berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dapat memberikan dukungan agar pembangunan jalan usaha tani tersebut segera tuntas dan tersambung hingga Desa Jelu.

‎Awalnya panjang jalan diperkirakan sekira 700 meter. Namun setelah dilakukan pemerataan, panjangnya mencapai lebih dari 900 meter. Semoga pembangunan jalan usaha tani ini membawa manfaat bagi warga dan menjadi akses yang mendukung kemajuan sektor pertanian.

‎”Sebagai orang yang diberi amanah di Desa Katur atau yang dituakan, saya akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Paling tidak, kelak ketika sudah purna memiliki tinggalan baik yang bisa dikenang sepanjang masa,” pungkasnya.(ko)

Pos terkait