SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar pelatihan bertajuk “Pembuatan Penyedap Rasa Alami dari Ikan Kering” di Dusun Dharma Camplong, Desa Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN dalam mendorong pemanfaatan hasil tangkapan laut yang kurang diminati pasar agar memiliki nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai wilayah pesisir, masyarakat Desa Camplong menggantungkan sebagian besar mata pencahariannya di sektor perikanan. Namun, tidak seluruh hasil tangkapan memiliki nilai jual tinggi.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 14 UTM menghadirkan inovasi sederhana berupa pengolahan ikan kering menjadi penyedap rasa alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pelengkap bumbu dapur sekaligus berpotensi menjadi produk bernilai jual.
Pelatihan pembuatan penyedap rasa alami diikuti oleh 28 anggota PKK dan didampingi oleh 15 mahasiswa KKN Kelompok 14 UTM. Selain menerima materi mengenai manfaat dan proses pengolahan, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan penyedap rasa alami berbahan dasar ikan kering.
Perangkat Desa Dusun Pesisir Timur Dharma Camplong, Yasir Taufiqurrahman mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KKN UTM. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK sebagai alternatif penyedap rasa yang lebih ekonomis, menggunakan bahan baku yang tersedia di sekitar lingkungan, serta proses pembuatannya dapat dilakukan secara mandiri dengan memperhatikan kebersihan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Trunodjoyo Madura atas program yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya saat membuka pelatihan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan penyedap rasa alami yang dipandu oleh Lita Rosita, Nailul ihsan, Firmandani, dan Sella Jovita selaku pemateri. Mahasiswa KKN lainnya turut mendampingi peserta mulai dari proses pemilihan bahan, pengolahan, hingga produk siap digunakan sebagai pelengkap masakan.
Koordinator KKN Kelompok 14 UTM, Muhammad Tawwabah, menjelaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan nilai guna hasil tangkapan laut yang memiliki harga jual rendah. Menurutnya, penyedap rasa alami tidak hanya dapat dibuat dari ikan kering, tetapi juga memanfaatkan limbah hasil olahan laut, seperti kulit dan kepala udang yang masih layak digunakan.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Hasil tangkapan laut yang sebelumnya kurang diminati pasar dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai. Selain itu, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga karena memiliki alternatif penyedap rasa yang dibuat sendiri. Bahkan, bahan bakunya juga dapat berasal dari kulit atau kepala udang sisa pengolahan, selama kondisinya masih bersih dan telah dikeringkan dengan baik,” jelasnya.
Peserta terlihat antusias sepanjang pelatihan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mengikuti setiap tahapan praktik hingga penyedap rasa alami berhasil dibuat. Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami senang mengikuti pelatihan ini. Ternyata ikan kering yang kurang laku di pasaran dapat diolah menjadi penyedap rasa alami. Bahkan limbah seperti kulit dan kepala udang juga masih bisa dimanfaatkan, sehingga hasil tangkapan laut tidak terbuang sia-sia,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Trunodjoyo Madura menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal. Diharapkan, pelatihan ini dapat mendorong masyarakat pesisir Desa Camplong untuk mengoptimalkan pemanfaatan hasil laut, mengurangi limbah perikanan, serta membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan nilai ekonomi keluarga.(red)





