SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Indonesia Floorball Association (IFA) Bojonegoro menjadi tuan rumah yang berjaya pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Floorball Jawa Timur 2026. Bertanding di GOR Kanor, Kecamatan Kanor, tim putri dan putra Bojonegoro sama-sama menembus partai final dengan membawa pulang dua prestasi.
Tim putri Bojonegoro tampil sebagai juara setelah menundukkan Kabupaten Tuban dengan skor 3-0 pada laga final, Minggu (19/7/2026). Sementara tim putra harus puas menjadi runner-up usai kalah tipis 0-1 dari Kota Surabaya.
Sekretaris Pengurus Cabang (Pengcab) IFA Bojonegoro, M. Irfan Bagus, mengatakan, hasil tersebut sesuai dengan target yang dipasang sebelum kejuaraan, yakni mengantarkan tim putra dan putri mencapai babak final.
”Alhamdulillah target kami tercapai. Tim putri berhasil menjadi juara pertama, sedangkan tim putra meraih juara kedua pada kategori 5 lawan 5,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (19/7/2026).
Keberhasilan itu dikatakan merupakan buah dari persiapan intensif yang telah dijalani para atlet melalui pemusatan latihan (training center/TC) sejak awal Juni. Selain latihan teknik dan taktik, tim juga memperkuat aspek fisik serta mental bertanding.
”Persiapan kami lakukan selama sekitar satu bulan dengan latihan rutin, peningkatan kondisi fisik, dan penguatan mental atlet sebelum bertanding,” ujarnya.

Dia menilai, keuntungan bermain di kandang sendiri mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh para atlet untuk tampil lebih percaya diri di hadapan pendukungnya.
Diwartakan sebelumnya, Ketua Pelaksana Kejurprov Floorball Jatim 2026, Abid Agung Prasetyo, S.Pd., Gr., mengatakan, kejuaraan tersebut diikuti 11 tim putra dan 9 tim putri dari 11 kabupaten/kota di Jatim.
Fokus utama kejuaraan adalah mendorong perkembangan pembinaan floorball di daerah, khususnya pembinaan usia dini, sebagai persiapan atlet Jawa Timur menghadapi event-event berskala nasional.
Dia menjelaskan, Bojonegoro ditunjuk sebagai tuan rumah berdasarkan hasil Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Floorball Jatim 2026. Penunjukan dilakukan secara bergilir agar setiap daerah memiliki kesempatan menjadi penyelenggara.
”Usai kejuaraan, kami akan melakukan evaluasi melalui peningkatan program pembinaan, di antaranya dengan menggelar pelatihan dan coaching clinic untuk meningkatkan kualitas pelatih maupun kemampuan atlet,” tandasnya.(fin)





