SuarBanyuuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Student Handball League (SHL) Bojonegoro resmi berakhir pada Sabtu (15/8/2026) malam. Kompetisi bola tangan pelajar tersebut menjadi ajang pembinaan atlet yang digagas para alumni bola tangan Bojonegoro di bawah naungan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Bojonegoro.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro.
Ketua ABTI Bojonegoro, Kukuh Susetya Kurniawan mengatakan, SHL memiliki konsep yang berbeda dibandingkan kejuaraan bola tangan pada umumnya. Jika kompetisi biasanya hanya berlangsung selama tiga hingga empat hari, SHL digelar dalam waktu lebih panjang, mulai Mei hingga 15 Agustus 2026.
Menurut pria yang juga seorang pendidik ini, pertandingan dalam SHL tidak digelar terlalu padat. Setiap tim rata-rata hanya bertanding satu hingga dua kali dalam sebulan. Dengan pola tersebut, para atlet memiliki waktu yang cukup untuk berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya.
”Konsepnya memang berbeda. Dalam satu bulan tim hanya bertanding satu sampai dua kali, sehingga mereka punya waktu untuk berlatih dan menyiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya,” kata Kukuh kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (16/8/2026).
Selama kompetisi berlangsung, antusiasme peserta maupun penonton disebut semakin meningkat. Pertandingan puncak yang digelar Sabtu malam menjadi penutup rangkaian Student Handball League sekaligus menghadirkan pertandingan sengit di sejumlah kategori.
Pada kategori SMP putri, SMP Negeri 5 Bojonegoro keluar sebagai juara setelah mengalahkan MTs Negeri 1 Bojonegoro. Kategori SMP putra dimenangi SMP Negeri 1 Balen setelah menundukkan SMP Negeri 1 Baureno di partai final.

Sementara itu, persaingan ketat terjadi pada final SMA putri antara SMK Negeri 1 Bojonegoro dan SMA Negeri 4 Bojonegoro. Pertandingan harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu atau overtime. SMA Negeri 4 Bojonegoro akhirnya keluar sebagai juara.
Sedangkan kategori SMA putra berhasil dimenangi SMA Plus Ar-Rahmat setelah mengalahkan SMA Negeri 3 Bojonegoro pada pertandingan final.
Kukuh berharap, penyelenggaraan Student Handball League dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan bola tangan di Bojonegoro secara berkelanjutan. Pembinaan tersebut, kata dia, kini mulai diarahkan dari kelompok usia muda, junior, hingga senior.
”Harapannya ke depan pembinaan bola tangan di Bojonegoro semakin maju, mulai dari youth, junior sampai senior,” ujarnya.
Dia menambahkan, hasil pembinaan atlet bola tangan Bojonegoro juga mulai menunjukkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Dalam sejumlah kejuaraan, atlet asal Bojonegoro mampu menembus tim Jawa Timur dan berlaga di tingkat nasional.
Salah satunya Jevan Febrilliant, alumni SMA Negeri 3 Bojonegoro yang kini menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya. Jevan berhasil membantu Jawa Timur meraih medali emas dalam kejuaraan nasional.
Selain itu, atlet Bojonegoro lainnya, Denis Trisna, yang masih duduk di SMA Negeri 4 Bojonegoro, turut meraih medali perunggu dalam kejuaraan nasional tersebut.
”Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai dari usia pelajar bisa menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat Jawa Timur hingga nasional,” tegas Kukuh.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, menilai penyelenggaraan SHL menjadi langkah positif dalam memperkuat pembinaan olahraga bola tangan di Bojonegoro.
Tonny, begitu ia disapa, meniliai format kompetisi yang berlangsung dalam beberapa bulan memberikan kesempatan kepada atlet pelajar untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara berkelanjutan, sekaligus memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan.
“Kompetisi seperti ini penting karena pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dengan pertandingan yang berlangsung secara berkala, atlet memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan, memperbaiki kekurangan, dan berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar mantan jurnalis ini.
Tonny berharap, keberadaan Student Handball League dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bola tangan di Bojonegoro, mulai dari kelompok usia pelajar hingga jenjang junior dan senior. Apalagi, prestasi atlet bola tangan Bojonegoro di tingkat Jawa Timur dan nasional menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan mulai membuahkan hasil.
“Kami dari KONI tentu berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang,” tandasnya.(fin)





