Siswa SDN Mayangrejo Lestarikan Busana Adat Jawa, Cinta Budaya Sejak Dini

SDN Mayangrejo
LESTARIKAN ADAT : Siswa siswi SDN Mayangrejo, Kecamatan Kaitidu, mengenakan busana adat Jawa setiap hari Jumat guna menanamkan karakter cinta dan bangga budaya daerah sejak dini.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pemandangan berbeda tampak di Sekolah Dasar (SD) Negeri Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Puluhan siswa mengikuti kegiatan belajar dengan mengenakan pakaian adat Jawa. Siswa laki-laki tampil mengenakan beskap atau surjan bercorak lurik, sedangkan siswi memakai kebaya dipadukan dengan kain batik.

‎Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembiasaan sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membentuk karakter peserta didik agar memahami identitas bangsanya di tengah derasnya arus globalisasi.

‎Kepala SDN Mayangrejo, Moh Tohir, S.Pd, mengatakan, penggunaan pakaian adat Jawa bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam aktivitas sekolah. Pembiasaan ini berlaku setiap hari Jumat.

‎Peserta didik, kata Tohir, perlu dikenalkan sejak dini bahwa leluhur orang Jawa telah memiliki peradaban yang maju, termasuk dalam menciptakan busana yang mencerminkan nilai-nilai kesopanan, etika, dan budaya ketimuran.

‎”Melalui pembiasaan ini kami ingin menumbuhkan rasa bangga menjadi orang Jawa sekaligus sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman budaya,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :   Penghuni Lapas Bojonegoro Lebihi Daya Tampung

‎Menurut Tohir, sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar budaya lokal tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Busana adat menjadi media pembelajaran yang sederhana, tetapi sarat makna karena mengajarkan identitas, tata krama, serta penghormatan terhadap warisan leluhur.

‎Pria asal Kecamatan Trucuk ini menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter dan pelestarian budaya daerah. Nilai-nilai budaya lokal merupakan bagian dari implementasi Profil Lulusan dalam kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mendorong peserta didik memiliki jati diri, berkarakter, serta mampu menghargai keberagaman budaya Indonesia.

‎”Kalau anak-anak tidak dikenalkan sejak sekarang, dikhawatirkan mereka akan semakin jauh dari akar budayanya. Sekolah harus menjadi ruang untuk merawat identitas sekaligus membangun kebanggaan terhadap budaya bangsa,” tambahnya.

‎Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo, memberikan apresiasi atas inisiatif SDN Mayangrejo yang secara konsisten melestarikan budaya lokal melalui kegiatan di sekolah.

‎Upaya itu, menurut Anwar Mukhtadlo, merupakan bagian dari pelestarian kearifan lokal sekaligus pendidikan yang mendalam agar peserta didik memahami, mencintai, dan mampu menjaga budaya yang dimiliki daerahnya.

Baca Juga :   Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Upacara Bendera di Sekolah, Begini Pedomannya

‎”Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada kepala sekolah, dewan guru, dan seluruh siswa yang telah melestarikan budaya lokal,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait