SuaraBanyuurip.com – Bupati Setyo Wahono meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mengembangkan sektor pariwisata di wilayah selatan Bojonegoro. Bupati Wahono menilai, wilayah selatan Bojonegoro memiliki potensi wisata yang bisa mendatangkan pengunjung dari dalam dan luar Bojonegoro seperti Nganjuk, Ngawi, Kediri, dan sekitarnya.
Bupati Wahono mencontohkan, seperti wilayah Temayanng, Gondang dan Sekar. Wilayah ini memiliki potensi alam, perkebunan hingga kuliner khas yang bisa menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Menurut Bupati Wahono, dengan datangnya wisatawan ke Bojonegoro akan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat dan menghidupkan UMKM, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi secara merata.
“Ini PR-nya bu Kading Pariwisata. Jangan siap-siap saja Bu. Ini penting. Kami minta tolong, semangatnya bagaimana caranya orang mau datang ke Bojonegoro ini diperkuat,” tegas Bupati Wahono saat paket wisata “Padangan Wonderful Bojonegoro” dikutip Minggu (26/7/2026).
Paket wisata di wilayah Barat Bojonegoro bertajuk “Padangan Wonderful Bojonegoro” mengombinasikan beragam daya tarik. Dari wisata alam, edukasi sejarah, kuliner khas hingga destinasi religi.
Peluncuran paket wisata Padangan Wonderful juga dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Donny Bayu Setiawan, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Maftukhan, Camat Padangan beserta Forkopicam dan kepala desa di wilayah setempat.
Bupati Wahono berharap paket wisata Padangan Wonderful mampu menarik wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
“Semoga hadirnya paket wisata Padangan Wonderful Bojonegoro ini dapat memperkenalkan sekaligus memaksimalkan potensi daerah demi kemajuan ekonomi dan pariwisata Bojonegoro,” ujarnya.
Untuk diketahui, Padangan miliki lapisan peradaban yang dalam dan panjang. Bukti-bukti sejarah itu kini mulai terungkap satu per satu melalui penelitian ilmiah.
Sejak abad ke-14, Zawiyah Gunung Jali, Padangan telah menjadi pusat dakwah Islam di tanah ini. Abad ke-16 menyaksikan Pesantren Menak Anggrung sebagai episentrum peradaban Islam yang jaringannya terhubung hingga Lasem, Tuban, dan Gresik. Prasasti Canggu bertarikh 1358 M bahkan sudah menyebut nama Padangan sebagai pelabuhan penting Sungai Bengawan di era Majapahit.
Selain itu di Padangan juga terdapat sejumlah bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai cagar budaya.
Padangan bukan sekedar legenda. Melainkan sejarah yang memang tercatat. Padangan adalah kawasan yang pernah menjadi pusat gravitasi peradaban Islam Nusantara.

© 2022 suarabanyuurip.com/Ist/sbu
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Elzadeba Agustina menyatakan siap mengembangkan paket wisata di wilayah selatan Bojonegoro.
Menurut Elsa, wilayah selatan Bojonegoro telah memiliki modal berupa alam pegunungan yang indah, serta sentra buah-buahan dan UMKM.
“Apalagi di sana ada Waduk Gongseng dan Waduk Pacal, sehingga tinggal mengintegrasikan dan menatanya,” tandasnya.
Elsa menambahkan, paket wisata ini mengombinasikan beragam daya tarik, mulai dari alam, edukasi sejarah, kuliner khas hingga destinasi religi.
“Harapannya, sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar, khususnya pelaku UMKM di Kecamatan Padangan, dapat terus berkembang dan berdaya saing,” katanya.
Sejumlah wisata di Padangan di antaranya Wisata Waduk Tirto Agung, Museum Padangan Heritage, pusat pembuatan Ledre Pisang, oleh-oleh dan jajanan khas Kabupaten Bojonegoro. Kemudian, wisata religi Masjid Darul Muttaqin, Waduk Ngradin, dan Waduk Sonorejo.
Di Waduk Sonorejo ini pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan Seni Reog hingga menikmati panorama matahari terbenam (sunset). Tempat ini biasa disebut “Sarangannya Bojonegoro”.(red)





