Wisata Negeri Atas Angin Bojonegoro Siap Dibuka

Wisata negeri atas angin.
Pengunjung sedang menikmati keindahan alam dari Bukit Cinta Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Objek wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan kembali dibuka setelah terbengkalai usai pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro bersama Pemerintah Desa Deling dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Hijau telah melakukan monitoring pra pembukaan, Selasa (4/8/2026).

“Kami ingin memastikan kesiapan akses, fasilitas, keamanan, dan kelestarian kawasan sebelum wisata kembali dibuka untuk masyarakat,” kata Kepala Seksi Agroforestri dan Wisata KPH Bojonegoro, Yusuf.

Monitoring melibatkanAsper BKPH Deling Sarmin beserta jajaran, Kepala Desa Deling Dedi Setyoroman beserta perangkat desa, serta Ketua LMDH Wana Hijau Suhari dan anggota. Tim meninjau akses masuk, kondisi kawasan, fasilitas pendukung, titik pelayanan pengunjung, serta berbagai aspek teknis yang diperlukan untuk memastikan kesiapan operasional wisata.

“Pra pembukaan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan sarana, prasarana, dan kesiapan pengelola optimal. Perhutani mendukung pembukaan kembali Wisata Negeri Atas Angin melalui sinergi dengan Pemerintah Desa dan LMDH, dengan tetap mengedepankan kelestarian hutan,” tegas
Asper BKPH Deling, Sarmin.

Ketua LMDH Wana Hijau, Suhari mengapresiasi dukungan Perhutani atas pembukaan kembali wisata Negeri Atas Angin. Ia berharap wisata tersebut segera kembali beroperasi sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :   Kolam Renang Wisata Puthuk Kreweng Dibuka untuk Umum

Senada disampaikan Kepala Desa Deling, Dedi Setyoroman. Ia menyambut baik rencana pembukaan kembali Wisata Negeri Atas Angin, dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut mendukung pengembangan wisata melalui bantuan keuangan tahun 2026 yang akan digunakan untuk peningkatan fasilitas.

“Kami berharap dibukanya wisata Negeri Atas Angin ini dapat menciptkan peluang usaha dan kerja warga di sini, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi,” pungkas Dedi.

Pernah Viral dan Jadi Ikon Wisata Bojonegoro

Wisata Negeri Atas Angin pernah viral dan menjadi salah satu ikon wisata Bojonegoro di bagian selatan pada medio 2016. Pengunjung dari dalam dan luar daerah Bojonegoro datang berbondong-bondong untuk menyaksikan keindahan alam dari atas “Bukit Cinta”.

Wisata Negeri atas angin.
Jajaran Perhutani, LMDH dan Pemdes Deling saat monitoring wisata Negeri Atas Angin sebagai persiapan sebelum dibuka lagi untuk masyarakat.(ist)

Objek wisata “Bukit Cinta” Atas Angin memiliki ketinggian sekitar 853 meter di atas permukaan laut. Di tempat ini pengunjung bisa menikmati sunrise(matahari terbit) dan sunrise (matahari terbenam).

Dari Bukit Cinta Atas Angin, pengunjungan bisa melihat semarak langit timur dengan sinar terang berpendar merekah dari balik deretan pegunungan Kendeng Tengah, lembah Gibal dan Gunung Lawang. Suara kicau burung bersahut-sahutan di dahan pohon jati serasa menjadi pelengkap mengantarkan bola putih keemasan bergerak naik ke atas dari balik bumi.

Baca Juga :   ASN KESDM Dapat Pelatihan Proses Bisnis Usaha Hilir Migas dari PPSDM Migas

Begitu pun ketika senja tiba. Warna jingga di angkasa menyapa. Wisatawan bisa melihat siluet-siluet cahaya menyembur warna-warni hingga mengantarkan matahari keperedauannya.

Untuk menjangkau wisata Negeri Atas Atas Angin, pengunjung harus menempuh jarak sekitar 60 kilo meter (Km) dari pusat kota Bojonegoro. Akses jalannya sudah bagus, bisa ditempuh menggunakan roda dua maupun empat. Medannya menantang naik turun perbukitan, sambil menikmati pemandangan alam.

Selain menyuguhkan pemandangan alam nan indah, wisata Bukit Cinta Atas Angin juga menyimpan sejarah.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono sebelumnya mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) untuk mengembangkan wisata si wilayah selatan Bojonegoro. Menurut dia, banyak potensi yang bisa digarap untuk bisa mendatangan wisatawan dari luar daerah seperti Nganjuk, Kediri, Ngawi, Madiun dan lainnya.

“Seperti potensi di wilayah Temayang, Gondang dan Sekar banyak yang bisa dijual. Fokusnya bagaimana orang luar bisa datang ke Bojonegoro. Ini penting,” tegasnya.

Bupati Wahono optimis pengembangan wisata selatan ini akan mampu menciptakan peluang usaha dan kerja bagi masyarakat.

“Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Bojonegoro secara merata,” tandas adik Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno itu.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait