Kajian Pengelolaan Wisata Waduk Gongseng Selesai, Disbudpar Bojonegoro Siapkan Uji Coba Destinasi

Waduk Gongseng.
Waduk Gongseng di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, menjadi wisata baru di Bojonegoro. © 2022 suarabanyuurip.com/Ist/sbu

SuaraBanyuurip.com – Kajian rencana pengelolaan pengembangan wisata Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, telah rampung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mempersiapkan pelaksanaan launching dan pembukaan uji coba destinasi wisata sambil menunggu proses perizinan selesai.

Kajian rencana pengelolaan pengembangan wisata Waduk Gongseng dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro). Pekan ini, Disbudpar Bojonegoro akan menggelar rapat laporan akhir kajian yang juga dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo serta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Temayang.

Dokumen kajian tersebut akan menjadi landasan dalam pengembangan kawasan wisata Waduk Gongseng secara terencana, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.

Ketua Tim Penyusun Kajian LPPM Unigoro, Endang memaparkan hasil kajian yang memuat roadmap pengembangan wisata Waduk Gongseng dalam tiga tahapan strategis. Tahap jangka pendek difokuskan pada pemenuhan infrastruktur dasar kawasan, pemasangan signage, peningkatan fasilitas keamanan, serta penyediaan sarana pendukung bagi pengunjung.

Kemudian tahap jangka menengah diarahkan pada penguatan tata kelola melalui penyusunan SOP (standar operasional prosedur), sertifikasi pemandu wisata, digitalisasi sistem tiket, dan penambahan wahana wisata berbasis alam. Sedangkan tahap jangka panjangnya menitikberatkan pada peningkatan investasi swasta.

Baca Juga :   Realisasi PBB-P2 Bojonegoro Capai Rp 21,394 Miliar

“Seperti pembangunan resort di kawasan penyangga, penyelenggaraan festival berskala nasional, serta penerapan konsep smart tourism akan dilaksanakan untuk mewujudkan destinasi wisata yang modern, inovatif, dan berkelanjutan,” paparnya.

Endang melanjutkan, Waduk Gongseng memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di kabupaten penghasil migas ini. Melalui intervensi pembangunan infrastruktur yang tepat, penguatan tata kelola berbasis komunitas, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Waduk Gongseng bisa bertransformasi dari sekadar infrastruktur sumber daya air menjadi destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian daerah dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.

Wisata Waduk Gongseng.
LPM Unigoro menyampaikan hasil kajian pengelolaan wisata Waduk Gongseng kepada Disbudpar Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina mengapresiasi kinerja tim penyusun kajian LPPM Unigoro. Laporan akhir ini menjadi langkah penting dalam mendukung pengembangan wisata Waduk Gongseng. Tahapan berikutnya adalah penyelesaian proses perizinan yang akan dilanjutkan dengan pembangunan kawasan sesuai roadmap pengembangan.

Pemkab Bojonegoro, lanjut Elsa, juga akan mempersiapkan pelaksanaan launching dan pembukaan uji coba destinasi wisata sembari menunggu proses perizinan selesai. Selain itu, berbagai persiapan pendukung, seperti pemberdayaan pelaku UMKM dan penguatan kapasitas Pokdarwis (kelompok sadar wisata) akan dilakukan.

Baca Juga :   Mudik Medhayoh Bojonegoro, Wisata Puthuk Kreweng Jadi Pilihan Berlibur Keluarga

“Agar masyarakat siap berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata Waduk Goseng,” tuturnya.

Rencana pengembangan wisata Waduk Gongseng disambut baik oleh masyarakat Kecamatan Temayang. Mulai dari pemerintah desa dan kecamatan, hingga Pokdarwis. Mereka menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan kawasan wisata agar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait