SuaraBanyuurip.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri). Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya menciptakan 17 inovasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil ternak, dan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Salah satu inovasi yang dihadirkan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Brawija adalah pembuatan kerupuk telur ayam Gayatri. Keluarga penerima manfaar (KPM) dilatih cara membuat kerupuk telur. Mereka juga mendapatkan materi mengenai teknik pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga peluang pengembangan usaha berbasis hasil peternakan.
Ketua Tim Pengabdian, Dr Dedes Amertaningtyas SPt MP mengatakan, pengolahan telur menjadi kerupuk merupakan bentuk diversifikasi produk yang mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan peluang pekerjaan, meningkatkan nilai tambah komoditas dan sekaligus memperluas peluang pasar.
“Ke depan kami berharap kerupuk telur dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Bojonegoro. Bahan bakunya berasal dari hasil ternak KPM Program Gayatri sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Inovasi sektor peternakan tersebut dipamerkan dalam kegiatan Expo Teknologi Tepat Guna (TTG) Terintegrasi KKN 2026 Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya di GOR Utama Bojonegoro Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kamis (30/7/2026). Tema expo TTG adalah “Penguatan Kapasitas Peternak Rakyat melalui Pendekatan Terpadu untuk Mewujudkan Desa Sejahtera, Mandiri, dan Inovatif Berbasis Peternakan Berkelanjutan”.
Kegiatan ini difasilitasi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Expo menampilkan berbagai karya inovasi yang telah diterapkan di desa-desa lokasi KKN di Kabupaten Bojonegoro.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini menyampaikan, sasaran utama kegiatan Expo TTG dan KKN tahun ini adalah para peternak Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) dan Domba Kesejahteraan.
“Mahasiswa telah menghadirkan sebanyak 17 inovasi di bidang peternakan. Berbagai inovasi tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi peternak dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” paparn
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan Universitas Brawijaya merupakan salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan solusi nyata terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Brawijaya tidak hanya berlangsung pada sektor peternakan. Saat ini, kedua pihak juga menjalin kolaborasi di sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara menyeluruh,” jelas Bupati.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya, Halim Natsir mengajak seluruh peserta untuk menikmati sekaligus mempelajari berbagai karya inovasi mahasiswa KKN yang dipamerkan dalam expo tersebut. Setiap inovasi disusun melalui pendekatan yang sederhana namun efektif.
“Seluruh inovasi dan teknologi yang dipamerkan akan melalui proses penilaian. Hasil terbaik diharapkan tidak berhenti sebagai karya akademik semata, melainkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah dan masyarakat sehingga memberi manfaat yang lebih luas,” tambah Prof Halim.(red)





