SuaraBanyurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026).
Hadir dalam kegiatan, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretariat Daerah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), 28 camat, para direktur perusahaan pemerintah maupun swasta, organisasi massa dan masyarakat sipil, serta tokoh masyarakat.
Peserta sidang paripurna istimewa mengikuti jalannya Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Sidang Bersama DPR RI, serta Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, melalui layar monitor besar di gedung DPRD Bojonegoro.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, membuka rapat dengan menyatakan rasa syukur atas terselenggaranya agenda kenegaraan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Menurut Umar, begitu karib disapa, kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat dalam rapat tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ihwal tema HUT ke-81 RI yang mengusung Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Umar menilai, tema tersebut merepresentasikan arah pembangunan sekaligus cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan negara yang berdaulat, berkeadilan, dan memberikan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.
“Melalui tema ini, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan mampu menjadi momen untuk refleksi, sekaligus sumber semangat baru untuk terus melanjutkan perjuangan bangsa di tengah dinamika global,” ujarnya.

Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi penerus bangsa, untuk terus menjaga semangat perjuangan serta bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen bangsa sebagai generasi penerus untuk melaju bersama dan menggelorakan semangat perjuangan, menuntaskan cita-cita luhur bangsa Indonesia, serta mengisi kemerdekaan untuk Indonesia maju,” ucapnya.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bojonegoro tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengikuti rangkaian pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia secara virtual.
Adapun pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, berisi tentang sejumlah capaian pemerintah selama 21 bulan memimpin Indonesia.
Dalam pidato kenegaraan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu, Prabowo menyebut, pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari masa pemerintahannya.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, termasuk sejumlah masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
”Artinya kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo mengatakan, pemerintah belum dapat menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai. Begitu pula seluruh janji yang disampaikan saat kampanye belum seluruhnya tertunaikan.
Namun, dia menegaskan, pemerintah telah menunjukkan bahwa berbagai persoalan yang selama ini dianggap rumit dapat mulai diselesaikan melalui keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa.
Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target awal. Prabowo menyebut, pemerintah sebelumnya memperkirakan swasembada pangan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun, tetapi sejumlah capaian dapat diraih dalam waktu sekitar satu tahun.
Selain pangan, pemerintah juga menyoroti capaian di sektor energi. Prabowo menyampaikan, sejumlah kebijakan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk penerapan program B50 dan upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Di bidang pertanian, pemerintah juga mengklaim telah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Pemerintah juga mengembangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi salah satu agenda utama yang disampaikan Presiden. Program tersebut disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Prabowo juga menyampaikan pembangunan Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, sektor kesehatan, perlindungan sosial, hilirisasi sumber daya alam, serta reformasi badan usaha milik negara (BUMN).
Dalam bidang hukum, Prabowo menyampaikan, pemerintah telah menaikkan remunerasi hakim. Untuk hakim paling junior, penghasilannya disebut meningkat hingga 280 persen.
Sementara di bidang legislatif, Prabowo menyebut, DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan dan mengundangkan 13 rancangan undang-undang hingga Juli 2026. Di sisi lain, DPD RI disebut telah menghimpun 10.883 aspirasi masyarakat dari 38 provinsi.
Ditegaskan, seluruh kebijakan pemerintah pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan rakyat. Dia menyebut, terdapat empat pedoman utama yang menjadi dasar pemerintahannya, yakni menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga kepentingan inti nasional, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta memastikan kebijakan pemerintah berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.
”Saya telah bersumpah akan menjalankan kepemimpinan negara dan bangsa dengan tulus dan jujur, mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilih saya,” ujar Prabowo.(fin/adv)





