SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung rencana pelaksanaan Survei Seismik Darat 2D Lamturo yang mencakup wilayah Kabupaten Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Hal itu mengemuka di acara sosialisasi rencana survei yang digelar di Ruang Angling Dharma, Jumat (28/8/2026).
Di Bojonegoro, survei 2D Lamturo (Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro) direncanakan meliputi 17 kecamatan untuk memetakan kondisi bawah permukaan bumi dan mengidentifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas).
Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah, jajaran terkait, dan pemangku kepentingan mengenai metode, tahapan, waktu, serta teknis pelaksanaan survei di lapangan.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah berharap, sosialisasi dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat terkait metode, tahapan, waktu, dan mekanisme survei. Dia menegaskan, bahwa survei seismik masih merupakan tahap awal untuk mendeteksi berbagai kemungkinan potensi migas dan belum dapat menjadi jaminan adanya produksi di suatu wilayah.
“Survei ini hanya untuk mendeteksi berbagai kemungkinan kalau nanti bisa menghasilkan. Maka nanti dalam sosialisasi bisa disampaikan, termasuk metodenya apa, bagaimana, dan kapan, sehingga masyarakat memahami rencana kegiatan ini dengan baik,” jelasnya.
Wabup Nurul juga menyoroti pentingnya eksplorasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor migas di Bojonegoro. Berdasarkan laporan yang disampaikan, produksi minyak yang pada puncaknya tahun 2021 mencapai sekitar 231.000 barel per hari, kini berada di kisaran 157.000 barel per hari. Penurunan produksi tersebut turut berpengaruh terhadap penerimaan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Pada masa puncak, lanjut Nurul, penerimaan DBH Migas Kabupaten Bojonegoro mencapai sekitar Rp4,5 triliun. Pada 2025–2026 penerimaan menurun dan berada di kisaran Rp2,8 triliun. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi daerah dalam menjaga kemampuan fiskal sekaligus membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
”Karena itu, Pemkab Bojonegoro berharap survei Seismik 2D Lamturo dapat berjalan aman, lancar, dan sukses, serta memberikan hasil optimal untuk mendukung upaya menemukan potensi cadangan migas baru,” kata Nurul.

Jika hasil eksplorasi nantinya dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan produksi, keberadaan produksi migas diharapkan turut memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat melalui penerimaan negara maupun daerah, aktivitas ekonomi, serta peluang keterlibatan masyarakat dalam kegiatan penunjang.
”Di Bojonegoro, survei Seismik 2D Lamturo direncanakan meliputi 17 kecamatan, yaitu Kecamatan Balen, Baureno, Kanor, Kedungadem, Kepohbaru, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberrejo, Bubulan, Dander, Gondang, Ngambon, Ngasem, Purwosari, Sekar, Tambakrejo, dan Temayang,” ujarnya.
Pemkab Bojonegoro berharap seluruh tahapan survei dapat dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan, perlindungan lingkungan, serta komunikasi yang baik dengan masyarakat.
”Sinergi antara pemerintah daerah, SKK Migas, Pertamina EP, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat, kegiatan survei diharapkan berlangsung kondusif dan memberikan kontribusi positif bagi keberlanjutan sektor energi sekaligus mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” imbuhnya.
Sementara itu, Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Misbachul Munir menjelaskan, bahwa survei seismik 2D merupakan bagian dari rangkaian kegiatan eksplorasi migas untuk mengetahui kondisi bawah permukaan bumi sekaligus mengidentifikasi potensi cadangan migas yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
“Survei Seismik 2D ini adalah salah satu ikhtiar dari rangkaian panjang pencarian cadangan minyak dan gas bumi. Tujuannya untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi dan melihat potensi-potensi yang bisa dieksplorasi lebih lanjut,” ujarnya.
Menurut Misbachul, kegiatan survei akan bersinggungan langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar sehingga membutuhkan koordinasi serta komunikasi yang baik. SKK Migas berharap dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat dapat membantu memastikan kegiatan berjalan lancar.
”Aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas,” tandasnya.(adv/prokopim)





