PWI Bojonegoro Bekali Ratusan Siswa MAN 2 Dasar Jurnalistik

PWI Bojonegoro
PELATIHAN : Ratusan siswa MAN 2 Bojonegoro antusias mengikuti pembekalan dasar jurnalistik dari PWI Kabupaten Bojonegoro, Jumat-Sabtu 28-29 Agustus 2026.(ist/pwibjn)

SuaraBnayuurip.com – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro mendapat pembekalan jurnalistik dasar dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro, Jumat-Sabtu (28-29/8/2026). Pelatihan ini tidak hanya membekali siswa dengan teknik menulis berita, tetapi juga pemahaman kode etik jurnalistik, verifikasi informasi, serta teknik menggali data dan mengambil foto maupun video di lapangan.

‎Dua wartawan yang tergabung dalam PWI Bojonegoro, M Nur Afifullah dan Parto Sasmito, menjadi pemateri dalam kegiatan.

‎Kepala MAN 2 Bojonegoro, Abdur Rozak mengatakan, pelatihan jurnalistik penting diberikan kepada pelajar di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Dunia jurnalistik memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

‎”Bahkan, sejumlah tokoh yang memiliki latar belakang jurnalistik mampu berkembang dan berkiprah di berbagai bidang,” kata Rozak.

‎Abdur Rozak meminta, para siswa tidak ragu mempelajari jurnalistik. Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa, baik untuk dunia pendidikan maupun ketika nantinya terjun ke dunia kerja dan profesi.

‎“Seiring perkembangan era digital modern, jurnalistik tetap dituntut mengikuti alur dalam penulisan berita agar berimbang dan memberikan wawasan luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :   PWI Jatim Gelar OKK Angkatan XX 2024 di Bojonegoro

‎Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro, Sasmito mengatakan, pengenalan jurnalistik sejak bangku sekolah penting untuk membangun kemampuan siswa dalam memahami informasi.

‎Terlebih, saat ini masyarakat setiap hari dibanjiri informasi dari berbagai platform digital. Tidak semua informasi yang beredar dapat langsung dianggap sebagai berita yang benar.

‎“Kalau hendak menulis berita harus memahami kaidah dan aturan menulis berita yang benar. Tidak sekadar menulis, tetapi harus ada data yang lengkap dan berimbang,” kata Sasmito.

‎Sasmito juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan konten media sosial dengan produk jurnalistik. Kebebasan membuat konten di media sosial tidak serta-merta membuat sebuah tulisan dapat disebut sebagai karya jurnalistik.

‎Pemahaman tersebut penting agar siswa dapat membedakan fakta, berita, dan opini. Dengan begitu, mereka tidak terjebak menyampaikan informasi berdasarkan kepentingan atau sudut pandang pribadi tanpa melakukan verifikasi.

‎“Semoga peserta mampu mendalami dasar-dasar jurnalistik dan memahami tulisan jurnalistik, sehingga bisa membedakan tulisan yang sesuai kode etik jurnalistik dengan tulisan yang di luar kode etik,” imbuhnya.

Baca Juga :   PWI Bojonegoro Kunjungi PWI Malang Raya

‎Dalam sesi materi, M Nur Afifullah menjelaskan, pekerjaan jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis. Sebelum berita diterbitkan, terdapat tahapan yang harus dilakukan, mulai dari mencari informasi, menggali data, melakukan wawancara, memverifikasi fakta, mengolah informasi hingga menyajikannya kepada masyarakat.

‎Kode etik jurnalistik, menjadi salah satu pedoman penting yang harus dipahami. Prinsip akurasi, keberimbangan, independensi dan kehati-hatian menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses jurnalistik.

‎“Jurnalistik tidak hanya soal menulis berita. Ada proses mencari data, verifikasi, mengolah informasi, kemudian menyajikannya kepada masyarakat,” jelasnya.

‎Peserta juga dikenalkan dengan berbagai bentuk produk jurnalistik. Perkembangan teknologi membuat karya jurnalistik tidak hanya hadir dalam bentuk tulisan, tetapi juga foto, video, audio maupun produk multimedia lainnya.

‎Hadir dalam kegiatan Kepala MAN 2 Bojonegoro, Wakasek Kesiswaan dan Ketua dan jajaran PWI Kabupaten Bojonegoro.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait